Home Headline Vaksin Rubela Belum Sertifikasi Label Halal, MUI OKU Timur akan Koordinasi

Vaksin Rubela Belum Sertifikasi Label Halal, MUI OKU Timur akan Koordinasi

89
0

Sumselnews.com, Martapura – Imunisasi Measless Rubella (MR) yang saat ini gencar di lakukan Pemerintah menuai kontroversi, sebagaimana di kutip dari media online Rakyat Pos Babel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Babel setempat mengutarakan vaksin Rubella yang diperuntukkan bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, belum disertifikasi halal oleh MUI.

“Rubellanya yang belum bersertifikat halal, kalau campak sudah ada, tetapi karena ini campuran antara campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella), maka bisa saja menjadi tidak halal,” kata Luthfi selaku Sekretaris Umum MUI Babel, dikutip dari Rakyat Pos Babel Rabu (1/8/2018).

Informasi di lapangan, Vaksin ini sendiri didatangkan dari luar negeri dan terindikasi mengandung DNA babi, yang jelas merupakan hewan nonhalal bagi umat muslim.

“Diduga ada unsur itu, makanya kita minta ini ditunda dulu, dilakukan sertifikasi dulu, baru kalau memang sudah ada sertifikat kita lanjutkan pelaksanaan imunisasinya,” tegas Luthfi.

Untuk di OKU Timur sendiri, program Imunisasi Measless dan Rubella terus berlangsung, tepatnya pada Kamis (2/08/2018) di SD Negeri 20 Martapura Kecamatan Martapura Dinas Kesehatan OKU Timur melangsungkan imunisasi di sekolah tersebut. Memang untuk imunisasi ini di lakukan mulai dari pos pos Puskesmas, Posyandu, sekolah yang di laksanakan mulai Agustus hingga September 2018 mendatang.

Tampak dalam imunisasi ini, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi serta sejumlah Kepala Dinas turut ikut langsung menyaksikan imunisasi Measless dan Rubella ini.

Terkait belum adanya sertifikat halal pada vaksin Rubella, Ketua MUI Kabupaten OKU Timur Fuad Maspuri ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya baru mendengar adanya informasi tersebut. Untuk itu dirinya akan melakukan komunikasi dengan rekan rekan MUI di Kabupaten tetangga. “Kita baru dengar Vaksin Rubella mengandung DNA B2u atau hewan Non halal, untuk itu akan segera melakukan langkah koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan rekan-rekan kita yang ada di Kabupaten tetangga,” ucap Fuad Maspuri ketika di konfirmasi melalui jaringan telepon pribadinya Kamis (2/8).

Sementara itu Kepala dinas kesehatan OKU Timur Dr.Hj. Erly Yani, M. M. KES ketika disambangi awak media Pelita Sumsel, sedang tidak berada di ruang kerjanya salah satu stafnya mengatakan Kepala Dinas Kesehatan sedang ada rapat, ketika di konfirmasi melalui WhatsApp pribadinya juga enggan memberikan tanggapan terhadap kegiatan imunisasi ini. ketika menyambangi ruangan bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit yang menjadi pelaksana vaksin measles Rubella ini, kondisi ruangan sedang kosong, menurut staf ruangan lainnya bahwa pegawai di bidang tersebut belum kembali dari tugas di lapangan. (fah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here