Herman Deru Optimis Sumsel Kembali Menjadi Lumbung Pangan Nasional

GoSumsel – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, bersana Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Kasdam II Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial dan Plt Bupati Muara Enim H. Juarsah, melakukan Panen Raya dan Tanam Perdana Padi IP 200 program Serasi.

Penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 2000 Hektare di Desa Arisan Musi Timur, Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/9).

Diungkapkan Herman Deru, dirinya sengaja mengajak Kapolda, Kasdam II Sriwijaya dan Plt Bupati Muaraenim pada panen dan penanaman perdana padi IP 200 untuk mencontohkan kerja yang nyata dan efektif kepada masyarakat.

Karena lanjutnya, selain meningkatkan produktivitas pertanian, cara ini juga dapat mencegah karhutla dengan mengoptimalisasikan lahan rawa dan gambut.

“Program Serasi sangat efektif menekan kebakaran. Karena petani diajak dan dibiasakan tidak lagi membakar tapi mengelola lahan dengan alat mesin pertanian,”terangnya.

“Jadi ini bukan pamer atau gagah-gagahan tapi seperti inilah kerja yang efektif. Karena pada Program SERASI ini para petani banyak diberikan bantuan alat. Nah ada peran babinsa n babinkamtibmas menjaga alat tersebut agar tidak salah peruntukan. Karena ini khusus untuk petani. Sebelum selesai mengolah sawah dalam satu zona alat ini belum boleh dibawa pulang,”lanjutnya.

Sejak diluncurkan bulan awal tahun lalu dikatakan mantan Bupati OKU Timur ini, program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Provinsi Sumsel sudah terealisasi 70.000 hektare dari 200.000 hektare lahan yang ditargetkan. Dengan percepatan ini Ia optimistis Provinsi Sumsel bakal segera mengulang kejayaannya sebagai daerah lumbung pangan nasional seperti tahun 2007 silam.

“Saya tidak ingin pencanangkan program SERASI di Sumsel ini sia-sia. Makanya sebagai wujud nyata dukungan Saya pada petani, hari ini saya bawa Kapolda Sumsel, Kasdam II Sriwijaya dan semua Kepala OPD terkait untuk ikut panen raya di sini,”ungkapnya.

“Jika 2017 kita turum diperingkat ke 8, tahun ini target produksi kita minimal harus masuk 3 besar bahkan menjadi terbesar nasional pada tahun 2020. Target ini sangat mungkin sekali karena sekarang saja di Muara Enim program ini telah meningkatkan produksi gabah kering panen dari sebelumnya 4,5 ton kini menjadi 7 ton lebih tiap hektarenya” tegasnya.

Meski harus menempuh perjalanan yang tidak singkat, HD mengatakan panen perdana dan penanaman padi IP 200 di Muara Enim ini sangat menggembirakannya. Apalagi di musim kemarau  produktivitas lahan rawa di desa tersebut masih sangat baik.

“Saya apresiasi sekali kerja dinas pertanian Muaraenim dan Pemerintah daerah Muara Enim yang sudah menselaraskan program SERASI ini sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Walaupun tahun 2019 masih menyisakan waktu sekitar 3,5 bulan lagi, Gubernur mengatakan tetap optimis target SERASI 200.000 hektare di Sumsel bisa terwujud. Karena penyebaran lahan sudah dipetakan secara maksimal sejak awal. Di Sumsel Program SERASI menyebar di beberapa Kabupaten seperti Banyuasin, Muba, OKi, Muara Enim dan Pali.

“Realisasi mencapai 70.000 hektare inikan berhasil kita lakukan dalam beberapa bulan saja. Saya yakin akhir tahun target ini tercapai. Makanya saya butuh dukungan semua pihak. Kalau target ini tercapai Sumsel bahkan siap mengambil kuota daerah lain,” paparnya.

Selain panen, dan menanam Padi IP 200, pada kesempatan itu Gubernur Sumsel juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para petani seperti Hand Tractor, Bibit dan benih padi serta pupuk secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani di Desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida.

Untuk sampai ke lokasi panen raya, Gubernur Sumsel dan rombongan harus menempuh perjalanan via sungai menggunakan bus air selama kurang lebih 1 jam.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Antoni Alam mengatakan lahan Serasi di Kecamatan Muara Belida Muara Enum tersebar  di 6 titik desa dengan total seluas 1500 hektar.

Penggarapan lahan di kecamatan tersebut baru dilakukan sekitar 8 hari yang lalu. Penggarapan lahan rawa menurut Antoni cukup efektif dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Selama ini, untuk lahan rawa hanya bisa melakukan panen 1 kali (IP100). Saat ini sedang ditingkatkan menjadi 2 kali (IP200). Bahkan beberapa lahan sudah ada yang mencapai IP300.

Untuk penggarapannya, dilakukan secara modern dengan mengerahkan TR2 (Traktor roda 2), TR 4 (Traktor Roda 4) dan hand tractor untuk menggarap lahan.

“Kita berupaya mengedukasi petani untuk membuka lahan pertanian dengan tidak membakar lahan. Sehingga mencegah kejadian Karhutlah,”tandasnya.(gS/Ni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *