Beranda Palembang Diancam Copot Jabatan Karena Dugaan Pegawai Jarang Absen, SA Tegaskan BPPD Berusaha...

Diancam Copot Jabatan Karena Dugaan Pegawai Jarang Absen, SA Tegaskan BPPD Berusaha Kerja Maksimal

338
0
Kepala dan Pegawai BPPD, melakukan kerja lapangan memantau papan reklame di Kota Palembang (dok GoSumsel)

GoSumsel – Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang Sulaiman Amin (SA), menegaskan jika staf, dan karyawan BPPD terus bekerja maksimal, dalam mencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palembang.

Terkait adanya dugaan manipulasi absen, yang dilayangkan kepada pegawai BPPD. Sulaiman Amin belum dapat memastikan karena sedang dilakukan pemdataan.

“Banyaknya pegawai yang tidak absen, karena memang banyak pegawainya kerja di lapangan,”terang Sulaiman Amin kepada awak media, Selasa (14/1).

Sulaiman Amin pun memuji kinerja para pegawai BPPD, yang  memiliki kinerja diatas rata-rata. Bahkan hampir setiap hari pegawainya pulang malam untuk mengejar target pencapaian PAD (Pencapaian Pendapatan Asli Daerah) demi tercapainya pembangunan Kota Palembang.

“Pegawai saya berusaha kejar target PAD, bahkan pegawai setiap hari kami kerja pulang malam. Jadi mungkin mereka lupa absen,”jelasnya.

Untuk diketahui bahwa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Drs Ratu Dewa, Senin sore (13/1)  melakukan sidak ke kantor BPPD, terkait temuan hasil print out absensi yang digandakan.

Dalam sidak tersebut Dewa mengatakan, kerja dilapangan tidak bisa dijadikan alasan apapun untuk tidak disiplin. Artinya, ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa meminta pegawai Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang harus tetap mengisi daftar hadir.

“Tidak ada alasan pegawai BPPD tidak disiplin karena kejar target PAD (Pendapatan Asli Daerah), jika memang ada pegawai yang tidak bisa hadir karena urusan kedinasan dalam kota, absensi harus tetap berjalan,”jelas Dewa.

Jika memang tidak dapat hadir dikatakan Dewa, harus ada surat tugas yang ditandatangani oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan.

“Minimal ada surat tugas yang ditandatangani oleh Sekretaris Badan. Harus jelas, mulai jam berapa, pulang jam berapa dan keperluannya apa,”tuturnya.

Dirinya memastikan akan memberikan sanksi sesuai aturan terkait temuan indispliner 60 pegawai baik ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun pegawai non Pegawai Negeri Sipil Saerah (PNSD) yang telah melakukan manipulasi data absen.

“Kita sudah meminta Sekban dan bagian kepegawaian untuk memberikan teguran keras kepada pegawai yang tidak disiplin. Termasuk pejabatnya, karena mayoritas temuan kami banyak pejabat esellon III,” imbuhnya.

Apa yang menjadi temuan kemarin, akan menjadi catatan pihaknya. Apalagi sejak awal dirinya telah memberikan atensi kepada kepala BPPD Kota Palembang, terkait evaluasi yang akan dilakukan jika organsiasi tersebut tidak serius dalam melaksanakan target yang telah diberikan.

Bahkan, kemarin BK-PSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) sudah memberikan SP1 (Surat Peringatan Pertama).

“Sebenarnya saya minta mereka langsung diberikan SP3, karena jika ada pengulangan maka kita akan memindahkannya ke Kelurahan. Dan kepala OPD juga dapat dicopot sesuai dengan hasil audit kinerja yang akan kita lakukan,” ulasnya.

Dewa juga akan menjadikan temuan ini sebagai salah satu bahan evaluasi yang akan dilaporkan ke Walikota.

“Beberapa bulan ini kita akan lakukan evaluasi termasuk memberikan kesempatan terkait potensi pajak yang dapat dicapai BPPD. Bahkan, akhir bulan ini Walikota ingin fokus melakukan evaluasi terkait pendapatan di BPPD,” tandasnya.(gS1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here