HUT RI ke 73, Gerakan Pemuda Payuputat Gelar Bhakti Sosial dan Gotong Royong

SUMSELNEWS – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73 Tahun, Organisasi Gerakan Pemuda Payuputat (GPP) bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Payuputat, menggelar kegiatan bhakti social dengan menggelar gotong royong membersihkan lingkungan, Selasa (14/8)

“Kegiatan gotong royong ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 73. Jadi banyak hal yang dapat kita lakukan dalam rangka menyemarakan HUT Kemerdekaan, salah satunya gotong royong membersihkan lingkungan ini. Jadi tidak hanya terpokus pada kegiatan perlombaan saja,”kata Lurah Kelurahan Payuputat, Hendri, disela-sela kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitaran pinggir Sungai Lematang

Sebab lanjut Hendri, persolan sampah harus menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama dan semua pihak, karena persolan sampah tidak hanya saat ini, akan tetapi akan memunculkan masalah dikemudian hari.

Oleh karna itu, ia menghimbau dan mengajak segenap masyarakat Payuputat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitar, dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuangnya sembarang, himbaunya.

Untuk Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan ini, sambung Hendri, turut diikuti para RT, RW dan melibatkan Pemuda-Pemudi yang tergabung dalam organisasi GPP,terangnya.

Sementara itu Ketua GPP Jorgiatmo mengatakan, kegiatan gotong royong yang diselenggarakan pihaknya dengan bekerjasama pihak Pemerintah Kelurahan, selain dalam rangka menyambut HUT RI ke 73, juga dalam rangka menggelorakan kembali semangat gotong-royong ditengah masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Disisi lainya, kegiatan ini diharapkan juga akan berdampak positip, turut menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang, dan dapat menjaga lingkungan masing-masing agar tetap bersih.

“Kalau tempat tinggal kita bersih, rapi, kita sendiri yang merasakan kenyamanannya. Lagipula kalau lingkungan kotor bisa berdampak pada kesehatan, karena lingkungan kotor merupakan salah satu sumber penyakit,”jelas Jorgi

Pada kesempatan itu juga, Jorgi berharap kepada Pemerintah Kota Prabumulih, terlebih untuk dinas terkait untuk turut memperhatikan persoalan sampah di Kelurahan Payuputat, sebab sepengetahuannya, di Kelurahan Payuputat tidak memiliki tempat pembuangan sampah sementara.

“Kita berharap dengan pihak terkait Pemkot Prabumulih untuk menyediakan semacam tempat pembuangan sampah sementara , dan kemudian mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemkot Prabumulih. Dengan begitu masyarakat Payuputat bisa tertib saat membuang sampah, tidak sembarangan,”harapnya

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *