HUT RI Minim Dana, Warga Daerah ini Tetap Gelar Berbagai Kegiatan

PRABUMULIH, SUMSELNEWS.COM – Meskipun minim dana,  warga di Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai Kota Prabumulih dinilai kekurangan dana dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-73 tahun ini.

Namun, hal itu tak menyurutkan niat warga khususnya di rukun warga (RW) 04 guna menyelenggarakan momentum penting dalam mengingat dan mengenangkan jasa para pahlawan terdahulu yang telah bersusah payah merebutkan kemerdekaan RI ini.
“Itu (perayaan, red) Hut RI Kemerdekaan ke-73 tahun ini, seharusnya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Karena kekurangan dana, ya terpaksa baru dimulai panitia hari ini,” ujar Ketua Umum Panitia 17 Agustus RW 04, Badaruddin melalui Wakil Ketua Aidil ketika dibincangi Sumselnews, Minggu (26/8/2018) disela-sela lomba kegiatan tersebut.

Menurutnya, adapun dana sedikit tersebut mayoritas sumbangan sukarela warga setempat. Digunakan untuk membeli berbagai hadiah bagi para pemenang lomba, yang berhasil meraih juara 1,2 dan 3 setiap cabang perlombaan.
“Perlombaan itu diantaranya; masuk paku dalam botol, tarik tambang, futsal, gaple dan masih banyak lagi kategori lomba lainnya,” jelas pria tersebut seraya mengatakan peserta lomba berasal dari anak-anak hingga orang dewasa putra ataupun putri.

Dikatakannya, alasan dimana tahun ini pihaknya sedikit mendapatkan bantuan dana, baik dari warga dan instansi pemerintah/perusahaan melalui proposal yang ada di kota nanas ini.
“Hal itu, akibat mereka (warga, red) sedang krisis moniter,” ungkapnya.
“Selain itu juga, untuk pemerintah uang negara banyak habiskan usai pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak calon wako/wawako dan gubernur serta wakil gubernur,” tambahnya apalagi sebaliknya dalam waktu dekat/tepatnya pada awal 2019 juga berlangsungnya pesta demokrasi pemilihan Legislatif maupun Presiden Republik Indonesia.

Tak jauh berbeda diungkapkan Jumarah. Selaku warga, ia tak menampik biaya perayaan HUT RI Kemerdekaan 73 tahun ini di wilayahnya agak sedikit terlambat dibandingkan dengan tahun lalu.
“Oleh karena panitia kita cukup kesulitan mencari anggaran itu. Akibat keterbatasan dana itulah, terpaksa mau tidak mau lomba panjat pinang kita tiadakan tahun ini,” keluhnya lekaki itu yang sekaligus salah satu anggota panitia 17 Agutusan.
“Kami mengharapkan agar penyelenggaraan 17 Agutusan tahun depan yang lomba kegiatan ini biasanya dipusatkan pada RT 01. Nanti lebih meriah lagi, ketimbang tahun 2018 ini,” tuturnya. (Bakron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar