Palembang, Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai

Palembang – Persoalan sampah di Metropolis, beberapa pekan terakhir menjadi sorotan. Bahkan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menegur langsung Pj Walikota Palembang, akibat penumpukan sampah dimana-mana.

Pj Walikota Palembang Akhmad Najib mengakatakan, persoalan sampah ini bukan hanya mendapat perhatian masyarakat lokal atau Nasional saja. Lebih dari itu adalah, 45 negara yang menjadi peserta perhelatan akbar Asian Games 2018.

Asisten I, Pemprov Sumsel itu menilai, kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tidak mampu berinovasi untuk mengatasi sampah di Palembang. Kalau memang APBD Palembang belum mampu memenuhi dan melengkapi kebutuhan angkutan pengangkut sampah, harusnya kepala DLHK bisa berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada disini.

“Persoalan sampah di Palembang ini, kita melihat dari dua aspek. Pertama kinerja kepala dinas dan jajarannya, kemudian aspek integritas koordinasi. Kalau memang kepala dinasnya punya kemauan agar Palembang ini bersih, tentu bisa. Jangan bisanya cuma ngeluh kurang ini, kurang itu, kurang modal. Harusnya koordinasi antar sektor, perusahaan swasta di Palembang ini banyak, mereka (Perusahaan) itu ada dana CSR. Ya di lobi, dekati, jangan malahan dimusuhi, intinya harus berinovasi,” katanya, usai melakukan rapat, masalah TPA Sukawinatan, Rabu (15/8).

Dijelaskannya, kalau Palembang tidak maksimal mengatasi masalah kebersihan. Tentu, akan menjadi catatan buruk bagi tamu mancanegara yang sudah berdatangan.

“Tolong masalah kebersihan ini jadi catatan penting bagi kepala DLHK Palembang,” katanya.

Disinggung soal adanya surat rekomendasi DPRD Palembang untuk DLHK Palembang segera membuka TPA Sukawinatan ? Najib menjawab, Kamis (16/8) kepala DLHK Palembang akan melakukan rapat bersama Komisi III DPRD Palembang membahas hal itu.

“Silahkan Faizal (Kepala DLHK) melakukan rapat bersama Komisi III, untuk menjelaskan keadaan sebenarnya, jangan sampai jadi kesalahan. Kita harus koordinasi,” katanya.

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *