PKBM Masih Jaring Siswa Baru

PRABUMULIH, SUMSELNEWS.COM – Hingga kini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) terus menjaring siswa baru Tahun Ajaran 2018/2019.

“Kita masih menerima siswa baru. Bagi masyarakat yang mau sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA silakan mendaftar ke Disdik,” ujar Kepala Disdikbud Kota Prabumulih, Amrullah SPd, MSi melalui Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Darmin SPd, MSI dibincangi Sumselnews di ruangan kerjanya belum lama ini.

Menurutnya, karena siswa yang belajar di sekolah paket ini. Bukan seperti sekolah pada umumnya. Yakni, harus mendaftar tepat waktu dan juga aktif belajar sesuai dengan waktu masuk yang ditetapkan pemerintah.

“Artinya, selagi masih ada mereka ( siswa, red) kita mendaftar masih diterima. Dan mereka juga bisa langsung ikut proses kegiatan belajar mengajar (KBM),” jelasnya seraya mengatakan jumlah PKBM yang ada sekarang dari 6 sekarang di kota ini, yaitu 7 PKBM.

Tak jauh berbeda yang diungkapkan, Dra Huzaifah, MSi dikonfirmasi, Senin (6/8/2018). Tak menampik sampai saat ini pihaknya masih membuka Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) ketiga jenjang sekolah paket tersebut.

“Selain kami masih membuka pendaftaran dari jalur umum. Termasuk juga kami mengambil murid itu hasil dari penjaringan keluarga atau anak tak sekolah (ATS),” tambahnya wanita tersebut selaku Kasih Pendidikan Masyarakat (Dikmas) ini.

Dikatakanya, dimana jumlah berdasar data ATS 2017/2018 lalu. Masih tercatat sekitar 6 ratus warga yang putus sekolah.

“Data itu, terlebih harus kami periksa lagi kelengkapan berkasnya, ijazah atau bukti kartu keluarga (KK) misalnya,” terang wanita berjilbab ini yang merupakan juga penanggung jawab PKBM Lestari Kecamatan Prabumulih Barat.

Untuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PKBM tahun ini, kata dia wajib dikumpulkan akhir Agustus ini nanti.

“Karena hal itu akan kami laporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait,” tukasnya minggu pertama September KBM akan dimulai pihaknya.

Lanjutnya, alasan sekarang warga lebih tertarik ataupun banyak melanjutkan pendidikan mereka di sekolah paket akibat putus sekolah.

“Oleh karena kini sekolah paket lagi membuming. Yang mana Susi Kementrian Kelautan dan Perikanan itu saja berasal sekolah paket C kita,” tukas.

“Sebab ijasah itu cukup penting buat melamar pekerjaan, dan melengkapi data administrasi kita diberbagai urusan pelayanan,” pungkasnya. (Bakron)


Kirim dari Fast Notepad

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *