Puluhan Lapak PKL Pasar Inpres Dibongkar Satpol PP

PRABUMULIH, SUMSELNEWS.COM – Puluhan lapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya berada di sepanjang jalan depan gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) 2, Jumat (03/08) malam, sekitar pukul 20.00 WIB dibongkar petugas gabungan Satpol PP, Polres Prabumulih, dan Sub Denpom Prabumulih.

Pembongkaran lapak jualan para PKL ini dilakukan petugas karena melanggar, dan untuk membebaskan bahu jalan protokol dari pedagang.

Kasat Pol PP Prabumulih, Drs Aris Priady mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan penertiban dan pembongkaran lapak milik pedagang yang berjualan di bahu Jalan Pasar Prabumulih karena tidak diperbolehkan dan mengganggu kemacetan.

“Sudah berapa kali kita layangkan surat peringatan, tapi sepertinya tidak pernah diindahkan jadi malam ini kita tindak tegas,” ungkap Kasat Pol PP Prabumulih, Aris Priady kepada awak media, ditemui di lokasi razia, Jumat malam.

Penertiban dan pembongkaran lapak PKL ini, kata dia, akan kembali dilanjutkan pada 3 hari kedepan untuk daerah sekitar toko barang-barang kebutuhan sehari-hari yakni, Toko Grande. Dari puluhan lapak yang dibongkar, ada satu lapak dibongkar sendiri oleh pemiliknya.

“Hari ini penertiban pertama, dan 3 hari kedepan akan kita lanjutkan kembali. Termasuk lapak-lapak yang ada di sekitar gedung juga kita bongkar,” terangnya.

Sementara salah satu pedagang pakaian dan jilbab yakni, Oyon (40)‎ mengaku menyesalkan tindakan petugas Sat Pol PP. Menurut dia, pemerintah tidak ada solusi sehingga main bongkit saja.

“Sudah 2 kali diberi surat peringatan‎, tapi tidak ada solusi dari pemerintah. Kami mau berjualan dimana pak, sementara penghasilan kami dari sinilah,” keluh pedagang jilbab ini kepada Sumselnews.

Menurut dia sebelum melakukan penertiban, seharusnya pemerintah terlebih dahulu menyiapkan lokasi tempat berjualan sementara/pasar tumpah.

“‎Bukan langsung main bongkar pak, kami cuma jualan untuk makan. Dimana lagi kami jualan kalu semuanya dibongkar, kami minta keadilan lah,” tegasnya pedagang jilbab tersebut. (Bakron)

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *