Divonis Seumur Hidup, Pembunuh Taksi Online Ajukan Banding

GoSumsel – Dua terdakwa kasus pembunuhan, terhadap sopir taksi online (taksol) Tyas Dryantama (19) dan Bayu Irmansyah (20), divonis majelis hakim PN Palembang dengan Hakim Ketua Hotnar Simamarta SH dengan hukuman penjara seumur hidup.

Kedua terdakwa dinilai terbukti bersalah, yakni melakukan pembunuhan berencana sesuai pasal 339 KUHP.

Kedua terdakwa, melakukan upaya hukum yakni mengajukan banding atas putusan vonis yang diterima. Upaya banding inu diajukan Suratno SH selaku kuasa hukum terdakwa Tyas dan Bayu.

Suratno SH dari Lembaga Bantuan hukum Sumsel menerangkan bahwa, pihaknya sudah berkonsultasi dengan pihak keluarga Tyas.

“Maka keluarga sepakat untuk mengajukan banding lantaran pembunuhan yang terjadi dan mengakibatkan nyawa Aji Widiantoro meninggal, posisi Tyas diajak oleh Poniman,”terangnya, Selasa (23/10)

Ia mengatakan, masih banyak pertimbangan lainnya. Selain itu Tyas usianya masih muda dan masih memiliki masa depan.

“Banding telah diajukan ke Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, tertanggal Senin 22 Oktober 2018 No 58 /Akta. Pid 2018 /PN.Plg,”ungkapnya

Sementara, Juru bicara atau Humas PN Klas IA Palembang Saiman SH MH mengatakan, pihaknya telah menerima pernyataan banding terhadap vonis Tyas yang divonis seumur hidup. Sedangkan untuk Bayu tidak mengajukan banding. Berdasarkan aturannya banding bisa diajukan tujuh hari setelah putusan.

“Banding sudah diajukan dan akan segera kami proses,” terangnya.

Sebelumnya kedua terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadio SH dengan hukuman berbeda. Terdakwa Tyas dituntut 20 tahun dan Bayu 18 tahun penjara. Keduanya dituntut dengan pasal 365 ayat 4 KUHP.

Diketahui, Petugas Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil membeku empat pelaku pembunuhan sopir taksi online (taksol) korban Try Widyantoro. Dua pelaku lainnya yakni atas nama Poniman dan Hengki, keduanya tewas ditembak petugas.

Aksi pembunuhan terjadi pada Februari 2018 dan mayat korban dibuang pelaku di kawasan Banyuasin. Mayat korban ditemukan sudah menjadi kerangka tulang belulang.(gS3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *