Harnojoyo Minta, Tidak Ada Lagi Banjir di Sepanjang Jalur LRT

GoSumsel – Walikota Palembang H. Harnojoyo, melakukan rapat koordinasi (rakor), terkait pengendalian banjir di sepanjang jalur LRT, bersama dinas PUPR, dan Kepala Koordinator Lapangan PT Waskita Karya.

Menurut laporan tim yang sudah turun ke lapangan, masih ada beberapa titik banjir, yang cukup lama surutnya pasca hujan lebat melanda.

Diakui Harnojoyo, saat ini timnya di lapangan telah meninjau titik-titik banjir tersebut, dan sudah mulai melakukan pembenahan, agar genangan air pasca hujan cepat surut, dapat segera surut.

“Penyebab cukup lamanya air tergenang adalah akibat ada beberapa mesin pompa yang rusak serta kabel-kabel yang berada di sepanjang jalur LRT yang cukup mengganggu aliran drainase,”ujar Harno

Bila lanjut Harno, genangan ini lambat surut, maka kenyamanan dan keamanan pengendara terganggu, dan ini tidak boleh.

“Kita akan buat pengendara dan pejalan kaki tetap nyaman beraktivitas meski hujan lebat melanda. Kita sudah turunkan tim dan segera akan kita tangani,” katanya usai rapat koordinasi bersama mengenai permasalahan penyebab banjir di sepanjang jalur LRT di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu (17/10).

Senada, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari menambahkan, saat ini ada 64 titik genangan air. Untuk mengurangi titik, pihaknya mulai bekerja membuat manhole.

“Rencananya setiap 5 meter akan diberi manhole,”terangnya.

Kepala Koordinator lapangan PT Wakita Karya Memberikan penjelasan

Sementara , Kepala Koordinator Lapangan PT Waskita Karya, Bambang Priambodo mengatakan, pihaknya akan menambah manhole agar air yang tergenang mudah meresap ke arah trotoar.

“Manhole ini mempermudah maintenance dalam pengambilan sampah ketika ada penumpukan, kalau ditengah jalan kan agak sulit makanya dibuatkan manhole,”jelasnya.

Penambahan manhole rencananya dilokasi trotoar Jalan Arivai dan dua manhole di sekitaran Stasiun Ampera. Sementara manhole yang sudah ada di lokasi Jalan Kol H Burlian di sekitaran Damri, Darma Agung, Punti Kayu dan di Jalan Jend. Sudirman.

Diketahui, pembuatan manhole berjarak lima meter di setiap trotoar. Sedangkan penyediaan box culvert sudah ada di 35 titik, namun belum bisa menampung genangan air. Salah satunya penyebabnya palembang merupakan daerah rendah yang didominasi oleh rawa. (gS2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *