Tawarkan Wanita Melalui FB, Seorang Mucikari di Amankan

GoSumsel – Unit Perliduangan Perempuan dan Ana (PPA), Polresta Palembang, berhasil meringkus SY (27), pria yang berprofesi sebagai mucikari.

Warga jalan Baung Komplek Pusri Sako Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Palembang ini tekejut ketika mengetahui pria hidung belang yang diantaranya tersebut merupakan anggota unit Perliduangan Perempuan dan Ana (PPA), Polresta Palembang yang tengah melakukan penyamaran.

Usai mengatar ST (30) ke Hotel Zuri Ekspres, perempuan yang dipesannya untuk petugas tersebut hendak kabur di area parkiran hotel usai menerima Uang Dp Rp 1 juta dari petugas.

Namun, karena kesigapan petugas PPA pimpinan Kanit PPA, Iptu Henny Kristyaningsih, SY berhasil diamankan. Dan guna mempertanggung jawabkan ulahnya, SY langsun digiring ke Polresta Palembang, Kamis (18/10), sekitar pukul 01.45, malam.

Menurut informasi, ditangkap SY berawal ia berkenal dengan ST di cafe DL Pada Selasa (16/10) sekitar pukul 23.00, malam. Lalu, SY pu bertanya kepada teman R yang berada di cape tersebut.

Apakah ST memang bisa dibooking dan bisa dipakai. Mendapatkan jawaban R ternyata benar ST bisa dipakai dan diboking, saat itu SY langsung mendekati ST, untuk berteman dengan harapan bisa menjajakan ST.

Setelah mengetahui nominal bayaran ST, bersama rekannya RK (Dpo), keduanya pun menjajakan ST melalui media sosial Fabebook, di grup “Komunitas KP” dengan tulisan “Ado Amen nak lokak cewek mahal 2 juta”.

Gayung pun bersambut, mendapati tautan status SY, membuat petuga PPA gerah.

Alhasil, tak mau targetnya menghilang, saat itu petugas melakukan penyamaran sebagai pria hidung belang dan memesan seorang wanita, dengan nilai deal harga untuk waktu 1 jam short time Rp 2, 5 juta.

“Benar, awalnya kita mendapati pelaku SY menjajakan wanita ST, dimedia sosial Facebook. Dari sana langsung kita tindaklanjuti dan anggota langsung melakukan penyamaran,” ungkap Kasat Reskrim Polresta

Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit PPA, Iptu Henny, Minggu (21/10), ketika dikonfirmasi.

Lanjut Henny, setelah deal harga Rp 2,5 Juta. Dan Saat SY mengantar petugas PPA yang melakukan penyamaran, serta sudah menerima uang Fe Rp 1 juta, SY pun langsung ditangkap.

“Saat Itu SY hendak kabur di area parkiran. Namun oleh kesigapan anggota SY pun berhasil diamankan, atas perbuatannya, SY akan dijerat pasal perdagangan orang, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12 UU No.21 tahun 2017, tentang perdagangan orang atau pasal 296 KUHP, dengan ancaman hukum penjara 3 Tahun,”jelasnya.(gS3)

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *