Warga Muara Enim Resah Tapal Batas di Rusak, Camat Segera Lapor Bupati

GoSumsel – Warga Desa Kepur, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, resah. Pasalnya,
Patok tapal batas milik Provinsi Sumsel antara Kabupaten Muaraenim – Kabupaten Lahat, dirusak dan dicabut.

Perusakan ini, diduga dilakukan oleh oknum warga Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

“Kami kemari mau minta petunjuk, sebab warga mendesak untuk demo dan melaporkan oknum yang melakukan pengrusakan patok tapal batas tersebut,”terang Herwanudin, Kades Kepur usai mendatangi kantor Camat Muaraenim.

Permasalahan tapal batas antara Kabupaten Muaraenim – Kabupaten Lahat dikatakannya, beberapa waktu yang lalu memang masih bermasalah, namun setelah beberapa kali melakukan pertemuan dan pembahasan di Kemendagri akhirnya disepakati tapal batas akan ditentukan oleh Pemprop Sumsel dengan konsekuensi kedua belah pihak harus menerima apapun keputusannya setelah pemasangan patok oleh tim tapal batas Pemprov Sumsel. Dan tahun 2009, patok tersebut telah dipasang dan selama itu tidak terjadi lagi permasalahan.

“Tahun ini, tiba-tiba tapal batas tersebut mulai dipermasalahkan oleh Pemerintahan Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, dengan membangun proyek jalan setapak dari Program Dana Desa tahun 2018 di Desa Tanjung Jambu, Dusun I, II, III sebesar Rp 301.846.300,”jelasnya.

Dikatakannya, Karena wilayah yang akan dibangun jalan setepak tersebut berada di wilayah Desa Kepur, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, terpaksa warga menyetopnya.

“Sudah mereka bangun sekitar lima meter, langsung kami stop karena bermasalah wilayah,”jelasnya

Setelah penyetopan itu diterangkannya, Pada hari Jum’at tanggal 12 Oktober kemarin, terjadi aksi pengrusakan dan pencabutan dua patok tapal batas Kabupaten Muaraenim – Kabupaten Lahat.

“Menurut laporan warga, Patok yang dirusak tersebut, patok yang terletak di simpang empat jalan Servo dan di dekat jembatan Sungai Gule. Dan setelah di lihat ke lokasi ternyata benar telah dirusak,”ungkapnya.

“Yang jadi permasalahan kami, patok tersebut dipindahkan dekat pabrik tahu sekitar satu kilometer dari lokasi pertama,”lanjutnya.

Sementara, Camat Muaraenim Asarli Manudin mengungkapkan bahwa, atas tindakan pengrusakan dan pencabutan tersebut, pihaknya akan segera melaporkannya ke Bupati Muaraenim dan Gubernur Sumsel.

“Sesuai kesepakatan di Kemendagri, kedua belah pihak telah menyepakati akan menyerahkan keputusan tersebut ke tim Provinsi Sumsel,”jelasnya

Ia menghimbau kepada kedua warga baik dari Desa Kepur dan Desa Tanjung Jambu, untuk sama-sama menahan diri dan tidak melakukan tindakan apa-apa apalagi anarkis selama wilayah tersebut belum jelas (status quo).

“Kami tidak mau ada bentrokan, apalagi sampai menelan korban jiwa. Saya harap kedua belah pihak menahan diri,”tandasnya.(gS4)

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *