Adakah Campur Tangan Politik, yang Sebabkan Persipura Terseok di Liga 1 ?

GoSumsel – Persipura Jayapura merupakan salah satu tim kuat di kompetisi sepak bola nasional. Terbukti dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan tim berjuluk Mutiara Hitam ini selalu menjadi penguasa Liga Indonesia. Namun, Persipura begitu terseok-seok terutama pada putaran kedua Liga 1.

Saat ini Persipura berada di posisi ke-13 dengan raihan 41 poin dari 31 pertandingan serta 12 kali mengalami kekalahan. Banyak pihak yang mengatakan komposisi skuat Persipura kini banyak dihuni pemain gak dan tidak lagi bagus seperti musim-musim sebelumnya. Bukan hanya itu, mantan juru taktik Persipura yang kini menangani PSMS Medan, Peter Butler menyebut campur aduk politik menjadi biang kerok merosotnya penampilan Persipura.

“Saya tahu mereka menghormati saya. Itu politik alasan saya keluar dari sana bukan karena mereka mau pergi dengan jalan yang berbeda. Para pemain menghormati saya,” ujar Butler di Medan sebagaimana dilasir dari Viva.co.id, Selasa 20 November 2018.

Lanjut Butler, campur tangan politik membuat Persipura terseok-seok di klasemen Liga 1.  Kendati demikian, banyak pemain Persipura yang masih dihormatinya seperti Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Ian Louis Kabes, hingga Hilton Moreira.

“Mereka tahu saya mungkin pelatih baik untuk Persipura meski tak bantu di waktu yang lama. Tapi di sana banyak politik dalam sepak bola. Dan itu yang membuat mereka sekarang di posisi ke-13,” ucap pelatih asal Inggris ini.

Ketika menangani Persipura selama lima bulan, sentuhan tangan dingin Butler terbilang cukup baik. Dia sukses membawa Mutiara Hitam di klasemen atas Liga 1 pada putaran pertama. Lalu, banyak talenta-talenta muda Papua yang diorbitkan dan dipromosikan ke skuat utama Persipura.

“Beberapa tahun belakangan mereka dominasi di Liga Indonesia tapi sekarang Persipura harus membangun tim yang baru. Itu kemarin kerja saya di sana, dan telah orbitkan banyak pemain seperti Todd Rivaldo Perre, Gunansar Mandowen, dan David Rumakiek. Kalau buat perbandingan dengan pelatih Persipura sekarang. Saya buat mereka berada di posisi paling atas bukan seperti saat ini,” ujar Butler.

Bisa jadi, apa yang dikatakan Butler ini adalahpsy war jelang duel melawan Persipura. Persipura dan PSMS akan bentrok di Stadion Mandala, Jayapura, 24 November 2018 mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *