Musim Kemarau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prediksi Pengaruhi Hasil Panen

GoSumsel – Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, mengkhawatirkan ketersedian sumber air, di anak sungai yang mulai menyusut, hingga menyebabkan sawah kurang perairan, maupun hasil panen pun tidak dapat diprediksi sama dengan sebelumnya.

“September tahun para petani di Palembang akan panen padi, saat ini sudah mencapai 40 persen yang dipanen dari luasan 4070 hektar sawah,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sayuti, Senin (26/8).

Ia mengatakan Hasil panennya memang tidak akan sama karena banyaknya lahan Yang tergerus untuk insfrastruktur tahun lalu 5000 hektar dengan hasil panen 27 ribu ton, tahun ini kita tidak bisa prediksi karena kemarau juga lebih ekstrim.

“Untuk memaksimalkan hasil panen tahun ini pihaknya akan melakukan tanam dua kali di September nanti khusus daerah Gandus, Kertapati dan Kalidoni, Karena Sungai Musi yang sudah surut cukup jauh berdampak pada anak sungai yang juga surut,” ujarnya.

Ia menambahkan oleh sebab itu yang akan ditanam dua kali tahun ini hanya 500 hektar tahun lalu 1000 hektar karena sumber air kurang. Sehingga kita antisipasi sejak awal kemarau menggunakan pompanisasi.

Sementara itu Kasi Informasi dan Data BMKG Palembang, Nandang mengatakan berdasarkan hasil pengamatan data Hari Tanpa Hujan (HTH) periode bulan Agustus dasarian 2 tahun 2019, hampir di seluruh kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan mengalami 21 – 30 HTH, kecuali Kota Pagaralam dan Kabupaten Muratara.

Rata-rata curah hujan lima tahun terakhir di Kota Palembang pada Agustus adalah 50mm – 100 mm, namun bulan Agustus tahun ini sampai pengamatan terakhir 24 Agustus 2019 jumlah curah hujan tercatat masih di bawah 10 mm.

“Artinya sesuai prediksi dari kami pada Agustus dan September 2019 adalah bulan terkering tahun 2019 ini,” tutupnya.(gS/dy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *