Kurangi Emisi Rumah Kaca, Pemkot akan Gunakan Listrik Tenaga Surya

GoSumsel – Kedepan, fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos), di Kota Palembang, akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai bentuk Palembang kota green city.

Kepada awak media, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan saat ini pemkot sedang menjajaki tahap pertama untuk PLTS diawali dengan pendataan OPD, fasum dan fasos mana saja yang akan dipasang fasilitas PLTS.

“Batubara akan habis, untuk itulah digunakan energi surya ini, sekaligus mengurangi emisi rumah kaca dan konsep green city selain itu juga akan mengurangi biaya operasional energi listrik,” ujarnya usai Rapat Rencana Pembangunan PLTS, Senin (2/9).

Dengan adanya alokasi anggaran APBN untuk PLTS ini diketahui Walikota Palembang Harnojoyo menandatangani kesepahaman terkait Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sukawinatan antara Pemkot Palembang dan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM RI beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Saat itu dijelaskan serta ditawarkan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Diharapkan melalui PLTS ini akan mampu menekan biaya listrik untuk OPD. Selain itu juga utuk menekan emisi efek rumah kaca untuk menuju green citiy,” ujarnya.

Sementara itu Sekda Kota Palembang Ratu Dewa meminta OPD dan camat untuk segera membuat draft usulan di tiap OPD dan kecamatan untuk mendapat PLTS tersebut. Menurutnya usulan tersebut dapat berupa kebutuhan listrik kantor, fasum dan fasos.(gS/dy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *