Sambut Penilaian Adipura, Pemkot Fokus Pembersihan Kawasan Pemukiman dan Pasar

GoSumsel – Dalam rapat koordinasi penilaian Adipura Senin (9/9), Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, meminta kebersihan kawasan pemukiman di tepian sungai pasang surut menjadi salah satu point utama agar Kota Palembang mendapatkan Piala Adipura. Penilaian akan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada September pekan kedua ini.

Dikatakannya, kawasan pemukiman di tepian sungai pasang surut sangat mempengaruhi penilaian, Kawasan itu diantaranya ada di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Sako, Kalidoni, Sematang Borang, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Ilir Timur II dan Gandus.

“Kalau jorok, tidak bersih, Adipura tidak bisa kita raih, makanya camat yang ada di kawasan itu harus perhatikan, banyak sampah di bawah rumah-rumah mereka,” katanya.

Selain perumahan di lokasi pasang surut, yang akan dinilai juga jalan. Yakni Jalan Demang Lebar Daun, Basuki Rahmat, Sudirman, Ahmad Yani, POM IX, Veteran, Kolonel H Burlian, Soekarno Hatta, Residen Abdul Razak, Kapten A Rivai, Jaksa Agung R Suprapto.

“Dengan kelemahan drainase kotor, timbul gulma dan terdapat sendimen, perapian taman, PKL, conblock pedesterian, parkir liar, jalan kotor oleh tumpahan semen cor dan tanah liat, sampah berserakan di TPS dan lainnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus menambahkan, kebersihan pasar juga menjadi salah satubyang akan dinilai. Pihaknyaeminta PD Pasar Palembang Jaya untuk menangani kebersihan pasar.

Diantaranya pasar yang masih sangat kotor yakni pasar Jakabaring, Pasar Gubah, Pasar Padang Selasa, Pasar Km 5, Pasar Kebun Semai, Pasar Plaju dan Pasar Kertapati. masalah kebersihan pasar dan kawasan permukiman memang harus dijaga.

Sebetulnya masalah kebersihan ini selalu diulang setiap tahun untuk mendapatkan Adipura. “Semestinya pasar menerapkan pengolahan sampah antara organik dan unorganik dipisahkan, juga sistem pengomposan sampah yang masih belum maksimal,” katanya.

Menurutnya pihaknya menginginkan adanya pengurangan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga tidak semua sampah dibuang ke TPA. Sejauh ini untuk pengolahan sampah 3R sudah dilakukan di Bank Sampah tapi harus dikembangkan lagi.

“Agar bagaimana dengan TPA yang kecil tapi mampu menampung jumlah sampah yang besar dengan telah diolah terlebih dulu di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),”ujarnya.(gS/dy)

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Wow, fantastic weblog structure! How lengthy have you been blogging for?
    you made blogging look easy. The full glance of your web site is magnificent, let alone the
    content material! You can see similar here sklep internetowy