Atasi Dampak Lingkungan, PLTU Baturaja akan Bangun Landfil

GoSumsel – Untuk mengurangi dampak debu dari sisa pembakaran Batubara, sebagai bahan pembangkit PLTU Baturaja, PT Bakti Nugraha Yuda Energy (PT BNYE), selaku pengelola PLTU Baturaja bakal membuat Land fill fly ash, dan Bottom ash PLTU Baturaja 2X10 MW, di kawasan Desa Tanjung Kemala Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering ulu (OKU).

Hal ini diketahui setelah digelarnya rapat komisi penilaian Amdal Kab. OKU beserta Consultan dari Pihak PT BNYE di Hotel BIL Baturaja pada selasa (19/11).

“Lokasinya lebih kurang 2 KM dari PLTU tapi masih dalam lokasi tambang kita,” Kata Roni Humas PT BNYE saat dibincangi di ruangannya, Senin (25/11).

Tujuan pembuatan Land fill ini untuk menjadi tempat pembuangan atau penampungan Debu, baik debu terbang (Fly Ash ) atau debu endapan (bottom Ash), desain Landfill itu nanti terdapat filter / saringan sehingga sisa pembakaran ini bisa ditampung dan disaring,” jelasnya.

Pipa ini yang akan mengalirkan air hasil resapan dari tampungan limbah hasil pembakaran batubara ke sumur pantau sebelum air dialirkan ke sungai sekitar area land fill, hal ini dilakukan untuk memastikan agar air resapan tersebut dialirkan ke sungai sudah tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Roni mengungkapkan, rencana pembangunan Land fill ini sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu, bahkan menurutnya pihaknya bersama konsultan telah mengajak warga dilapangan dan tim baik dari kesehatan dan tim ekonomi untuk mengecek dan mensurvey dampak dari landfill ini nanti. “bahkan kita juga menanyakan dampak setelah beroperasinya PLTU ini, kita juga telah menanyakan ke Puskesmas Induk di Sekarjaya mengecek kalau saja ada dampak yang tidak tertpantau oleh kita, Alhamdulillah sejauh ini aman tidak ada dampak penyakit dan dampak lainya,”ujarnya.

Saat ini izin untuk pembangunan Land fill ini masih dalam proses, namun disebutnya rekomendasi untuk izin tersebut telah disetujui oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. OKU. “saat ini masih proses kalau DLH sejauh ini merekomendasi hanya saja hasil rapat kemarin ada beberapa revisi,” sebutnya.

Landfill ini lanjutnya akan dibangun dilahan seluas 1,4 Ha. Sebelumnya lahan itu seluas 8 Ha namun lahan yang sudah siap dan memenuhi syarat hanya seluas 1,4 Ha. Lahan itu sudah menenuhi target 20 tahun.

Disinggung mengenai dampak setelah Land fill ini beroperasi yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan serta adanya komentar masyarakat soal sungai Lahu yang terletak tidak jauh dari rencana lokasi Landfill, Roni tidak membantah akan hal itu, namun menurutnya itu tadi pihaknya telah melakukan survey dan akan meminimalisir akan adanya dampak lingkungan yang akan terjadi.

“kalau pro dan kontra pasti ada namun kita sudah membentuk tim, nantinya kita akan turun setiap hari untuk memantau dampak ini, kalau soal sungai saya ini juga putra asli daerah (OKU red) setahu saya sungai lahu (anak sungai) sudah kita ajak masyarakat untuk mengeceknya, namun kedepan tim kita akan memantau dampak lainnya termasuk mengukur PH air ini setiap hari,” imbuhnya

Roni menegaskan, pembangunan Land fill ini untuk menimbun sisa pembakaran baik Flay Ash maupun Bottom ash yang ditimbulkan dari sisa pembakaran. Selama ini sisa fly ash itu diambil oleh PT semen Baturaja untuk dijadikan tambahan bahan baku semen.

Sisanya kita ada pengolahan limbah, Fly ash itu kita buat menjadi Paving blok dan batako untuk membantu warga sekitar (CSR) “kita kerjasama dengan PT Semen, namun nanti jika sudah ada land fill minimal bisa mengurangi biaya yang ditimbulkan dasi sisa pembakaran ini,” tandasnya.(syah).

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *