Dua Orang Dibekuk, Satu Tewas dan 37 Senpira Diamankan Polres PALI dalam Operasi Senpi Musi

GoSumsel – Puluhan Senpira ini diamankan dalam Operasi Senjata Api (Senpi) Musi Tahun 2019 sejak tanggal 9 – 30 November 2019 digelar jajaran Polres PALI diseluruh wilayah Bumi Serapat Serasan.

37 pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) dengan rincian 34 Senpira larang panjang jenis kecepek dan 3 pucuk senjata laras pendek.

Tidak hanya itu, Operasi Senpi Musi Polres PALI tutut menyita dan mengamankan senjata milik warga yang dibawa saat hendak pergi ke kebun.

Kepada awak media, Kapolres PALI, AKBP Yudhi Suharyadi didampingi Plt Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi menyebutkan, selama lebih kurang 3 pekan Operasi Senpi Musi digelar, pihaknya berhasil mengamankan puluhan Senpira, selain ada juga yabg diserahkan masyarakat dengan sukarela.

Dijelaskan AKBP Yudhi, pihaknya juga mengamankan tiga tersangka, berinisial YD dari Penukal Abab, MY dari Talang Ubi yang berhasil dibekuk. Sementara satu pelaku lain berinisial MD meninggal dunia saat diproses polisi karena berkaitan dengan kasus 365.

“Pelaku akan kita proses sesuai dangan Undang-undang darurat pasal 1 ayat 1 nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dengan ancaman penjara diatas lima tahun,” ungkapnya saat press release di Polres PALI, Senin (2/12).

Pria berpangkat Melati dua dipundaknya ini juga menghimbau, pada masyarakat yang masih mempunyai senjata api rakitan untuk menyerahkan ke polres atau melalui Polsek masing-masing.

“Menyimpan senjata api rakitan tanpa izin adalah melanggar hukum. Lebih baik serahkan ke polis karena jikalau terkena razia tentu saja akan kita tindak,” jelasnya.

“Sosialisasi akan terus dilakukan jajaran Polres PALI kepada masyarakat untuk menyerahkan senpira agar tindak kriminal di wilayah PALI bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara, salah seorang tersangka, Yunadi warga Talang Ubi mengatakan bahwa dirinya memiliki senjata api baru sejak satu bulan ini.

Dirinya mengaku mendapat Senpira ini dari temannya karena untuk digunakan dan berjaga-jaga di kebun.

“Saya baru sebulan ini pak ke kebun membawa senjata, karena untuk menembak babi hutan dan anjing,”singkatnya.(gS/pL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *