GoSumsel – Paguyupan Pedagang Pasar Kuto Palembang (PPPKP), Kamis (27/2) menggelar aksi damai di kantor Walikota. Aksi tersebut, dilantari karena mereka merasa geram terhadap pihak pengelolah, yang tidak merespon tuntutan mereka.
Dalam aksinya, PPPKP meminta pihak ketiga kembali ke PD Pasar, karena para pedagang kecewa dengan pihak ketiga sebagai pengelola.
Melalui kuasa hukumnya Sapriadi Syamsuddin, PPPKP mengutarakan, persoalan apa yang terjadi merupakan suatu persoalan yang lama, namun dalam hal ini, kesabaran para pedangan tidak dapat terbendung atas kekecewaan terhadap pihak pengelolah yang merupakan pihak ketiga yaitu Ganda Tata Prima (GTP).
“Kerusakan Pasar Kuto sudah krusial, semakin parah dan mendesak. Pihak ketiga ini harus dihentikan sebagai pengelolah, dan kembalikan pengelolaan kepada PD Pasar saja supaya para pedagang ini dapat lebih nyaman serta tidak sulit untuk menyampaikan keluhannya,” kata Sapriadi mewakili pihak pedagang.
Masih dikatakannya, dengan banyaknya kerusakan yang terjadi tersebut, bahkan pihak Paguyuban Pedagang sendiri rela melakukan perbaikan sendiri secara bergotonh royong.
“Dan sejak tahun 2015 sampai hari ini, belum ada uang dari Pemerintah untuk ikut membangun. Penjelasan di dalam tadi juga jelas, bahwa ada sharing hasil atau pembagian dari retribusi ini, jadi secara hukum tentunya Walikota atau setidaknya PD Pasar juga punya kewajiban untuk memperbaiki, karena ada uang pedagang yang juga masuk di Pemerintah,” paparnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa dalam hal ini pihaknya juga telah beberapa kali menyurati Walikota untuk meminta perbaikan, dan meminta audiensi hingga pada akhirnya aksi damai terpaksa lakukan.
“Tadi dari perwakilan Walikota juga menyampaikan bahwa pihak PD Pasar telah mengirimkan surat namun juga masih belum ada tindak lanjut, jadi kami dari Tim Kuasa Hukum patut menduga bahwa pihak ke tiga ini kebal hukum dan tidak bisa ditegur oleh Pemerintah,” ujarnya.
Selaku kuasa hukum Paguyupan Pedagang Pasar Kuto Palembang, dirinya sangat berharap kepada Walikota Palembang untuk dapat memberikan solusi terbaik bagi para pedagang.
“Apabila hari ini keluhan pedagang paguyuban ini masih tidak ada hasil, mungkin pedagang ini akan menutup pasarnya dan datang beramai-ramai ke sini (red) dan pindah berdagang di Kantor Walikota Palembang ini,” tegasnya.
Sementara itu, Walikota Palembang melalui juru bicara, Reza Pahlevi menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Paguyupan Pedagang Pasar Kuto Palembang.
“Kami mewakili Pemkot Palembang dan PD Pasar, Insya Allah akan menilai ini lebih dalam, dan akan kita sampaikan secara tekhnis. Yakinlah Pemkot Palembang pasti akan berniat baik,”singkatnya.(gS1)