Peluang Calon Independen Pilkada OKU Tertutup untuk Verfak

GoSumsel – Batas akhir pengembalian berkas dukungan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, di kontestasi pilkada serentak 2020 daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berkahir pada, Minggu (23/2) pukul 24:00 WIB.

Dari pantauan di lokasi hinggal pukul 23:20 baru dua bakal calon yang mengembalikan berkas bakal calon Bupati-Wakil Bupati.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pasangan Agustian Ambari dan Dodi Cahyadi, berhasil meng-upload data ke situs SILON KPU sebayak 707 berkas dukungan, dan menyerahkan berkas fisik 20 lembar berkas hardcopy.

Kepada awak media, Bakal Calon Bupati OKU Agustian Ambari menyatakan bahwa hari ini telah menyerahkan data dukungan ke KPU OKU sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti kontestasi Pilkada OKU 2020

“Hari ini kami menyerahkan berkas 20 lembar dukukngan dan 707 data ke Silon KPU”,ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, bahwa dalam proses mengikuti kontestasi Pilkada jalur perseorangan mengalami beberapa kendala, diantaranya waktu yang diberikan oleh KPU sangat singkat, sehingga target yang diberikan sulit untuk di penuhi.

“Waktunya sangat singkat, sehingga kami sulit untuk memenuhi target yang telah ditentukan, namun kami akan mengikuti proses yang ada”, terangnya.

Ditanya soal langkah apa yang akan ditempuh, setelah selesainya proses pengembalian berkas dukungan, Agus menyatakan, jika akan berkoordinasi dulu dengan tim nya, tentang hal apa saja yang akan dilakukan, agar bisa berlaga dikontestasi Pilkada OKU tahun 2020 nanti.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim, langkah apa yang kami ambil,”jelasnya.

Setelah pasangan Agus Ambari dan Dody Cahyadi selesai melakukan pengembalian berkas dukungan, tak selang berapa lama datang pasangan bakal calon perorangan Meilan Tomy – Marzuli, dan berkas pasangan ini pun ditolak oleh KPU OKU, karena antara data di situs Silon KPU, dan berkas fisik yang diserahkan tidak sama.

“Untuk pasangan Meilan Tomy – Marzuli mereka melakukan upload data dukungan di situs Silon KPU sebanyak 23.402 data dukungan, namun mereka malam ini hanya membawa berkas hard copy sebanyak 7.424 lembar, dengan data dinyatakan lengkap sebanyak 5.782 dan sebanyak 1.642 data tidak lengkap, dengan demikian KPU menolak berkas mereka,” kata Naning.

Saat dikonfirmasi mengenai adanya keluhan yang menyatakan bahwa waktu yang kurang Ketua KPU OKU, Naning Wijaya ST menyampaikan bahwa KPU Kabupaten kota adalah lembaga eksekutor, sepatutnya sebagai lembaga eksekutor kami melaksanakan tahapan-tahapan penyusunan dokumen perseorangan, yang dijadwalkan 19 sampai dengan 23 Februari 2020.

“Waktunya sudah ditentukan oleh KPU pusat, jadi kami KPU OKU ini hanya tinggal menjalankan saja”, terang Naning

Lebih lanjut Naning menyampaikan, penelitian serta penyerahan berkas, adalah bagian yang dicantumkan dalam PKPU No16 tahun 2019, tentang tahapan dan jadwal.

“Terkait keluhan yang Bacalon pasangan Agustian Ambari -Dodi Cahyadi, masalah waktu pelaksanaan yang dibuat yang dibuat sudah diatur oleh KPU RI,”jelasnya.

“Kami tidak bisa mengakomodir, kami hanya melaksanakan, sehingga terhadap keberatan tersebut diserahkan kepada calon perseorangan, kami menunggu keberatan itu dan kami akan melaksanakan keputusan apapun itu yang bersifat final, seperti putusan Bawaslu dan putusan pengadilan. Jadi hari ini secara resmi kami mengembalikan dokumen yang diserahkan oleh pasangan Agustian Ambari-Dodi Cahyadi,”sambungnya.

Ketika ditanya tentang peluang BaCalon perorangan Agustian Ambari-Dodi Cahyadi, melihat dari data Silon dan data fisiknya pasangan ini tidak bisa bisa melanjutkan fase verifikasi faktual.(Syah).

Oplus_131072

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *