Ogan Ilir Ditetapkan Zona Merah, Jubir Sumsel : Pemecatan Tenaga Medis Memiliki Dampak kepada Penanganan Covid-19

GoSumsel – Juru bicara satgas Covid-19 Sumatera Selatam, Yusri menjelaskan bila hari ini, Kamis (21/5) ada penambahan 28 kasus baru positif, sehingga total terkonfirmasi 674 kasus positif.

Untuk 28 kasus baru hari jelas Yusri, berasal dari Palembang sebanyak 7 kasus, Banyuasin 16 kasus, Ogan Ilir 1 kasus, Lubuklinggau 1 kasus, Musi Banyuasin 1 Kasus, OKU Timur 1 kasus, Prabumulih 1 kasus.

“Semuanya transmisi lokal,” jelas Jubir Gugus tugas, Yusri, kepada awak media melalui video conference.

Dilain itu, pasien yang meninggal dunia juga tercatat ada penambahan, tercatat dua orang yang meninggal dari Palembang pasien nomor 280  dan nomor 649.

“Total pasien yang meninggal 21 orang, jika di persentasekan masih 2,4 persen, secara global masih normal,”ungkapnya

“Dan satu pasien asal Banyuasin dinyatakan sembuh, totalnya jadi 78 pasien sembuh di Sumsel,”sambungnya.

Di samping itu, Kabupaten Ogan Ilir telah dinyatakan sebagai zona merah dengan jumlah kasus 45 pasien di wilayah tersebut. “Zona merah artinya transmisi lokal, kita menghitung dari generasi kedua, kasus pertama impor ke keluarga, itu generasi pertama. Menular ke tetangga itu generasi kedua,” terangnya.

Menanggapi kasus pemecatan tenaga medis yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir ia mengatakan hal tersebut jelas memiliki dampak kepada penanganan Covid-19 di wilayah tersebut yang kini telah berstatus zona merah.

“Kalau mereka ada tapi tidak mau melayani artinya sama saja, gak ada maknanya. Jika masalahnya kekurangan APD itu tinggal ajukan saja, Provinsi bisa droping,”tandasnya.(gS2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *