Bawa Amunisi Tanpa Dokumen, Atlet Menembak Diamankan Jatanras Polda Sumsel

Anggota Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, melakukan pemeriksaan terkait pembawa amunisi tanpa dokumen

GoSumsel – Wahyu Maulana Putra (22) warga Jalan Yayasan I Kecamatan IT II Palembang, diamankan Anggota Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Junaidi bersama tiga rekannya, di pintu Jalan Tol Kertapati saat membawa amunisi sebanyak 920 butir dari Jakarta tujuan Palembang.

Kepada petugas Wahyu, mengaku 920 butir amunisi yang diamankan di belinya di Jakarta lalu dibawa nya ke Palembang melalui jalur darat. Amunisi yang dibelinya tersebut akan digunakan untuk latihan menembak.

“Saya atlet menembak Sumsel, amunisi ini aku beli untuk ku pakai untuk latihan menembak di Jakabaring. Karena 23 Agustus nanti, mau ikut kejuaran menembak di Cilandak Jakarta Selatan,”ungkapnya saat diamankan di Polda Sumsel, Rabu (29/7).

Waktu membeli di Senayan Jakarta, jelas Wahyu tidak ada masalah, dan memang saat membeli amunisi itu tidak ada dokumen resmi.

“Aku bisa membeli amunisi itu, karena anggota Perbakin. Tapi aku memang tidak koordinasi lagi saat membeli amunisi ini. Aku langsung berangkat saja beli ke Jakarta,”terangnya.

Dirinya menjelaskan bahwa, baru satu kali ini membeli dari 920 butir amunisi tersebut ia beli dengan harga Rp 14 juta.

“Sekotak yang berisi 20 butir amunisi harganya Rp 1 juta kalau amunisi yang kecil isinya sama 20 butir harganya Rp 900ribu,” katanya.

Amunisi tersebut lanjutnya ia gunakan untuk senjata Strayer dan Mauser.

“Karena ini peluru tajam maka saat latihan jarak yang dipakai untuk menembak sekitar 300 meter,” pungkasnya.

Kepada awak media, Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi di dampingi Kanit 3 Kompol Junaidi mengatakan penangkapan tersangka setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada tiga orang dengan menggunakan mobil Toyota Avanza membawa amunisi dan senjata api.

“Anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil diamankan tiga orang saat melintas keluar dari pintu Jalan Tol Kertapati. Namun setelah diperiksa hanya satu yang diamankan atas nama Wahyu karena dia yang membeli Ratusan amunisi tersebut, ” ujarnya.

Menurut Suryadi, ketiga orang yang diamankan adalah atlet menembak. Saat mobil digeledah didapati 46 kotak yang berisikan 920 amunisi yang dibeli oleh Wahyu di Senayan Jakarta.

“Kami masih mendalami apakah amunisi ini pesanan seseorang atau untuk digunakan sendiri. Amunisi yang dia bawa itu tidak di lengkapi dengan dokumen – dokumen resmi dan surat – surat yang sah,”jelasnya.

Terpisah, Humas Perbakin Palembang Wachdy menegaskan Wahyu bukan atlet menembak Sumsel melainkan atlet dari Palembang dan pada saat Porprov Sumsel di Prabumulih beberapa waktu lalu yang bersangkutan mewakili Kota Palembang. Selain itu pula terdaftar sebagai anggota klub Perbakin Palembang. Lanjutnya, Perbakin sebatas mengetahui bahwa yang bersangkutan membawa senjata angin PCP untuk bertanding.

“Perihal amunisi aktif cal 306 dan 308 yang dibawanya adalah tanpa sepengetahuan pihak Perbakin dan murni menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,”tandasnya.(gS3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *