OKI  

Dinilai Baik, DPRD Bangka Belajar Distribusi Bansos Covid-19 di OKI

Kepala Dinas Sosial OKI H. Reswandi, menerima kunker komisi I DPRD Bangka

GoSumsel – “Kami berdiskusi bagaimana pola pendistribusian Bansos di sini, kami juga diskusi terkait masalah yang kami temui di lapangan. Setelah kami diskusi tadi, dari Kepala Dinas Sosial, H. Reswandi memaparkan mulai dari persiapan, pengelolaan pendistribusian pola penanganan, pendekatan kepada masyarakat dan sosialisasi pola pembagian yang sangat tertib dan menurut kami baik,”
ujar Maryanto, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bangka.

Jadi jelas Maryanto, tujuannya untuk mendalami mekanisme hingga distribusi bansos Covid-19 di Ogan Komering Ilir.

“Memilih OKI menjadi tujuan selain karena OKI merupakan zona hijau, mereka melihat proses pendistribusian di Kabupaten OKI cukup baik,”ungkapnya.

“Kita ingin mendalami, pola pendistribusian bantuan jaring pengaman sosial Covid-19 baik yang bersumber dari APBD maupun APBN, yang dilakukan Dinsos OKI,”sambungnya.

Dari hasil diskusi tadi, ada beberapa hal yang bisa dibawa kembali ke Bangka mulai dari pola pembagian, distribusi, pola pemetaan wilayah dalam pembagian hingga koordinasi antara gugus tugas dan OPD yang cukup baik.

“Nanti akan kami bawa ke daerah kami dan kami contoh apa yang bisa kami kembangkan di sana,” ujarnya.

Memang, jelasnya ada suatu masalah yang sebenarnya ditemui secara nasional seperti data yang diferivikasi validasi tahun 2019 dan 2020 tidak termasuk ke dalam data Kemensos.

Usai menerima kunjungan kerja Anggota Komisi I DPRD Bangka ini, Kepala Dinas Sosial OKI H. Reswandi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kunjungan dari para anggota dewan ini. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini masing-masing bisa saling berbagi pengalaman satu sama lain.

Lebih lanjut, Reswandi menuturkan, sejauh ini pelaksanaan penyaluran bansos di Kabupaten OKI dilaksanakan sesuai dengan LKPP Nomor 3 tahun 2020. “Pelaksanaan sejak awal kita usahakan sesuai dengan aturan, mulai dari perencanaan hingga penyaluran.

Memang, menurutnya di lapangan sempat ada beberapa kendala yang ditemui namun diakuinya hal itu telah diselesaikan sesuai aturan. “Kita sesuai kontrak dan sudah dipanggil untuk penyelesaian. “Kalau kurang (sesuai) spek dari penyedia itu mereka (penyedia) kita panggil dan dari penyedia harus siap kalau kurang ya ditambah, kalau beda diganti dengan yang sesuai,”ungkapnya.(gS/ft)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *