Pandemi Ganggu PAD Palembang, Baru Tercapai 1/3 dari Target Awal

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin.

GoSumsel – Wabah virus covid-19, sangat mempengaruhi perekonomian Kota Palembang. Hal tersebut terlihat dari capian Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang mengalami penurunan.

Akibatnya, Pemerintah Kota Palembang melakukan revisi PAD, dari sebelumnya sekitar Rp1,7 Triliun, menjadi Rp617 Miliar, sebagaimana diutarakan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin.

“Itu artinya hampir sepertiga dari target awal, dan sampai hari ini, sudah tercapai sekitar Rp360 Miliar. Kita terbantu dengan dukungan dari BUMN yang memang sudah membayar pajak,”terang mantan Kadishub ini di ruang kerjanya, Jum’at (17/7).

Dari sektor swasta jelas Sulaiman, basih banyak yang belum bangkit dari dampak pandemi ini, baru sektor rumah makan atau restoran yang mulai kembali bergeliat.

“Perhotelan masih terpuruk, belum banyak tamu yang menginap, okupansi belum menutupi operasional. Berbeda halnya pandemi,”jelasnya.

Sebelum revisi, target pendapatan dari sektor perhotelan yang sebelumnya Rp140 Miliar, harus diturunkan drastis menjadi hanya Rp40 Miliar saja di tahun ini.

“Dari target revisi itupun baru setengahnya yang bisa dikumpulkan sampai dengan bulan ini,”jelasnya

Berbagai sektor memang merasakan dampak dari Covid-19. Sulaiman menyebut pihaknya terpaksa melakukan revisi target dengan penyesuaian berdasarkan kondisi riil di lapangan agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

“Imbas dari minimnya pemasukan tersebut, Pemkot juga terpaksa untuk mengencangkan ikat pinggang dengan menghemat pengeluaran. Apalagi sampai saat ini pemerintah masih berjibaku meredam luasnya penyebaran Covid-19 dengan melakukan refocusing anggaran,”tandasnya.(gS1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *