oleh

Delapan Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Gabungan di Kamar Kos – kosan

-Kriminal-32 views

GoSumsel – Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri, melakukan razia di beberapa penginapan dan kos – kosan yang ada di Kota Palembang. Hal tersebut untuk menekan penyakit masyarakat.

Di saat petugas menggelar razia di salah satu kos-kosan di wilayah Ilir Timur I sekitar pukul 21.00 WIB. Saat petugas memeriksa kamar kos nomor 15 didapati ada sepasang remaja dan keduanya mengaku tengah mengerjakan tugas.

“Tidak melakukan apa – apa, hanya mengerjakan tugas saja, tidak ngapa-ngapain,”terang YG berkilah kepada petugas.

Selanjutnya dua sejoli itu kemudian digiring ke mobil patroli. Namun, keduanya sempat menolak walaupun akhirnya keduanya pun pasrah dibawa petugas.

Ketika razia dilanjutkan di seputaran IT I, petugas menemukan sepasang remaja, dan pasangan sejoli ini terlihat gugup saat petugas gabungan mengedor pintu kamar.

Dengan polos, sang pria yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku masuk ke kamar kos harian itu 2 jam sebelum digrebek. Ia mengakui baru saja melakukan hubungan intim bersama pasangannya sebelum petugas datang.

“Baru saja masuk, bapak sudah razia. Kami baru satu kali berhubungan intim,” ucap pria sebut saja Kumbang, Rabu malam (25/11)

Ketika ditanya identitas perkawanina, pasangan ini tidak dapat memperlihatkan. Dan tak hanyal, petugas langusung membawa keduanya.

“Kami bukan suami istri, tetapi jangan bawa kami pak. Kami ini kan baru masuk,” kata pria tersebut.

Sementar, Kasat Pol PP melalui Kabid Binmas Satpol PP Kota Palembang, Herison menerangkan ada delapan pasangan bukan suami istri diamankan. Namun ada pula 2 wanita muda diamankan karena tak memiliki kartu pengenal.

“Semalam kita sudah lakukan razia di sejumlah rumah kos. Hasilnya delapan pasangan yang bukan suami istri berada di dalam satu kamar langsung kita amankan. Ada juga wanita yang tidak memiliki identitas juga kita bawa ke kantor,” terang Herison, Kamis (26/11)

Menurut Herison, razia seperti ini akan gencar dilakukan karena banyak laporan masyarakat soal prilaku mesum. Terlebih hal itu dilakukan saat pandemi COVID-19.

“Tujuan razia ini dilakukan, untuk menjawab keresahan masyarakat Palembang terhadap tingkah laku anak muda sekarang. Dalam kondisi pandemi COVID-19, banyak yang berbuat mesum,”tandasnya.(gS3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed