oleh

Ini Target Konferwil ke-VIII Ikatan PPNU

-Palembang-14 views

GoSumsel – Konferensi wilayah (Konferwil) ke Vlll ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (PPNU) dengan tema, Menjadi generasi milenial menjaga kebhinekaan mencintai NKRI dan menerapkan Pancasila dimasa pandemi, bertempat di Hotel Best Skip, Sabtu (5/12)

Ketua PWNU Sumsel Amiruddin Nahrawi mengungkapkan ini merupakan kegiatan putri-putri NU, bagaimanapun kegiatan yang baik NU akan selalu bantu perlaksanaan kegiatannya dan memberikan dukungan sepenuhnya yang terbaik.

“Apalagi Wakil Presiden Republik Indonesia dari kalangan NU, tentu masyarakat mendukung penuh demi kebaikan generasi muda Indonesia kedepannya,” ungkapnya

Ditempat yang sama Ramlan Holdan Ketua DPW PKB Sumsel yang menjadi salah satu narasumber menambahkan pada dasarnya semua kader kadernya dibekali dengan nilai-nilai yang berpedoman dengan Ahlussunnahwal jama’ah, dan menanamkan kembali nilai khitoh atau Pedoman NU, yang akan menjadi landasan nilai-nilai ajaran islam.

“Nilai-nilai ajaran islam itu sendiri menjadi landasan, mulai aqidah syariah itu bekal mereka para generasi penerus kalau mereka sudah dibekali insyallah dalam kontek kebangsaan mereka akan menjaga NKRI mereka akan tetap menjaga nilai – nilai bangsa kita, pancasila undang -undang dasar karna syaratnya itu,” katanya

Syarat mutlak adalah tertib agama, tertib dunia tertib pancasila maka negara kita akan damai yang pasti terlaksana dengan aturan yang bisa ditegakkan jika ada pemimpin, maka dari itu kader-kadernya dibekali dengan nilai-nilai kontek kebangsaan.

“Kita negara islam tidak mau seperti negara lainnya, mereka tidak tertib dunia, tertib agama mereka sulit dalam kehidupan sehari harinya, apalagi menjalankan ibadah. Alhamdulillah kita, bisa aman karna kuncinya menjalankan agama yaitu kedamaian, damai bisa terlaksana kalau ada aturan,”jelasnya

”Kita berharap mudah-mudahan seluruh pelajar dapat membekali diri dengan ilmu agama dan itu didapat melalui pendidikan,”sambungnya

Dirijya berharap, agar soal akhlak budi pekerti harus dikembalikan lagi. Apalagi di sekolah umum pelajaran agamanya minim, beda dengan pondok pesantren, madrasah.

“Guru agama pun harus ditatar kembali agar memberikan pelajaran budi pekerti,“tutupnya.(Ak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed