oleh

Meskipun Pandemi, BPPD Mampu Realisasikan PAD Rp 788,9 M

-Palembang-15 views

GoSumsel – Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, masih mampu merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di angka 66, 30 persen dari target Rp1, 1 Triliun berdasarkan APBD-P di 2020.

Yang mana capaian Rp788, 9 Miliar dari 11 item pajak yang di terima tidak lepas dari sokongan Bea Perolehan Hasil Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tetap baik di tahun lalu.

Menurut Kepala BPPD Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin mengatakan, capaian pajak di 2020 yang bisa 66, 30 persen atau Rp 788, 9 M meski pandemi Covid- 19, dibantu masyarakat tetap patuh melakulan pembayaran PBB.

“Tahun lalu PBB bisa tembus 91, 76 persen, sumbangan dengan nilai Rp229, 3 miliar dan BHPTB Rp205, 17 Miliar. Kedua item pajak ini secara nilai besar sumbangsinya terhadap perolehan, ” terangnya kepada wartawan,  Rabu (13/1).

Meskipun diakui, dari sisi capaian bukan yang terbesar, seperti PBB yang capaiannya terbesar kedua setelah PPJ lampu jalan non PLN dan untuk BPHTB juga capaian hanya 42 persen tetapi dari sisi nilai penerimaan besar.

“PPJ Lampu Jalan Non PLN lebih besar capaian tapi nominal kecil. Sedangkan BPHTB walaupun tercapai 42 persen tapi target besar Rp482 miliar, nilai ini juga dibanding tahun 2019 ada perbaikan meski pandemik tapi banyak transaksi sehingga penerimaan tetap besar,” jelasnya.

Dua item pajak ini menjadi penyokong ditengah pandemik yang menurunkan penerimaan di pajak – pajak yang selama ini sebagai sumber potensial, seperyo item pajak hotel, parkir, hiburan, restoran, dan lainnya.

“Kita cari cela, karena kondisi pandeik, dari PBB dan BPHTB. Ini juga tidak lepas dari beberapa kebijakan seperti stimulus, keberatan, dan pengurangan, alhasil almudillah capaian baik,” ujarnya.

Pada 2021 dengan target yang ditetapkan di APBD sebesar Rp1, 2 Triliun dapat optimal dengan sejumlah potensi yang akan di kembangkan.

“Perbaikan penerimaan pajak kita harapkan dengan segera pandemik selesai, pertama aktif lagi alat yang dipasang, etax karena ada yang tutup sementara karena covid, dan menggali potensi pajak lain yang tidak banyak terpengaruh langsung pandemik,” paparnya.

Sebelumnya, walikota palembang, Harnojoyo mengungkapkan, tahun ini dengan harapan mulai bangkitnya lagi perekonomian, menetapkan target pajak tetap naik di APBD induk 2021. Kenaikan ini dihitung dari APBD 2020 yang semula sebesar Rp1, 1 menjadi Rp1, 2 Triliun.

“Kenaikan PAD 2021 kita akan barengi dengn peningkatan potensi pajak, ataupin dari sumber – sumber baru yang dapat menjadi penerimaan daerah dari pajak, mengenai teknisnya BPPD lebih tau,” pungkasnya. (gS1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed