oleh

Selain Amankan Jukir Liar, Polsek IT 1 akan Selidiki Dugaan Keterlibatan Oknum Dishub

-Kriminal-183 views

GoSumsel – Sebanyak 13 orang yang merupakan juru parkir (Jukir) liar yang beroperasi di bawah stasiun LRT Jembatan Ampera Palembang diamankan oleh polsek IT 1 Palembang pada Kamis (25/2/) sekitar pukul 14.00 WIB.

Diamankannya belasan juru parkir ini diduga melakukan pungutan liar terhadap kendaraan yang parkir dibawah LRT jembatan ampera tersebut.

Selain melakukan pungli, para juru parkir ini ada sebagian yang tidak dilengkapi identitas atau tanpa izin membuka lahan parkir.

Usai diamankan dari lokasi parkir, ke 13 juru parkir liar itu pun langsung digiring ke Polsek IT 1 Palembang untuk dilakukan pemeriksaan.

Para juru parkir yang digiring sambil memegang pundak orang yang didepannya tersebut hanya tertunduk usai diamankan.

“Juru parkir ini kita amankan usai mendapatkan laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya tarif parkir yang tinggi di bawah LRT Jembatan Ampera,” kata Kapolsek IT 1 Palembang, Kompol Hardiman, Kamis (25/2).

Diketahui, para juru parkir liar ini sering meminta sejumlah uang lebih dari tarif yang sudah ditentukan.

“Keluhan dari masyarakat ini macam-macam, ada yang meminta tarif lima ribu, sepuluh ribu ada juga yang hanya dua ribu lima ratus,” lanjutnya.

Para jukir liar tersebut diketahui tidak hanya bekerja sendirian namun juga memberikan setoran parkir ke sejumlah orang yang mendalangi aksi mereka tersebut.

“Mereka ini ada yang mendalanginya diantaranya M, D dan R. Ketiga dalang jukir ini juga akan dipanggil dan diperiksa untuk mengetahui adakah kaitannya dengan Dinas Perhubungan atau tidak,” katanya.

Dikatakan Hardiman, para jukir liar ini juga diketahui bertugas membuka lahan parkir ditempat yang semestinya tidak dijadikan lahan parkir atau ilegal.

Apriansyah (45), seorang jukir liar yang diamankan menyebutkan bahwa dirinya baru bekerja sebagai jukir dibawah Stasiun LRT Ampera selama empat bulan.

“Seluruh uang setoran parkir di lapak parkir saya diserahkan kepada R. Saya hanya menerima gaji harian sebesar Rp 40 ribu. Selama bekerja sebagai jukir, saya juga tidak pernah diberi identitas resmi sebagai jukir,” katanya. (Mell)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed