oleh

Vaksinasi Tahap Kedua, Pemkot Palembang Utamakan Guru, Tokoh Agama dan Petugas Pelayanan

-Palembang-17 views

GoSumsel – Sosialisasi terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terkait vaksinasi terhadap masyarakat, khususnya jelang vaksinasi tahap kedua gelombang pertama dengan prioritas sasaran Lansia di atas 60 tahun yang rencana akan dilakukan pada awal bulan Maret mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang usai melakukan rapat sosialisasi di Lawang Jabo Command Center, Sekretariat Daerah Palembang, Jumat 19 Febuari 2021.

Dikatakan Ratu Dewa, selain Lansia yang berusia di atas 60 tahun, vaksinasi tahap kedua juga rencana akan diprioritaskan kepada para pelayan-pelayan publik, termasuk anggotan TNI-Polri, aparat hukum, petugas pelayanan di pelabuhan udara, pelabuhan sungai laut, kereta api, stasiun, terminal, PLN, PDAM, para anggota DPRD, pejabat negara yang ada di Palembang, ASN di lingkungan Pemerintah kota Palembang.

“Termasuk para guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, karyawan BUMN BUMD, juga dari para staff di Kecamatan, Kelurahan, para wartawan, para atlet, petugas pariwisata, karyawan perhotelan dan juga petugas pariwisata lainnya,” kata Dewa.

ASN tertinggi di kota Palembang itu juga menjelaskan, pada tahap pertama gelombang pertama, vaksinasi di kota Palembang saat ini sedang berjalan dengan jumlah sasaran sekitar 1,1 juta orang pada gelombang 1 tahap pertama.

“Perlu kami sampaikan, bahwa pada awal sasaran yang ada, itu berjumlah 14.403 orang, dimana yang sudah divaksin dengan dosis pertama kemarin sebanyak 11.390 orang dengan persentase 77,4 persen, dan dosis kedua sebanyak 5.398 dengan persentasenya 36,6 persen. Ini data per-16 Febuari,” jelasnya.

Ratu Dewa juga menuturkan, bahwa saat ini Pemerintah kota Palembang juga telah menyiapkan sebanyak 72 Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang terdiri dari 41 Puskesmas, 26 Rumah Sakit 4 Poliklinik dan 1 kantor kesehatan.

“Selain itu, 512 petugas vaksinator juga telah kita siapkan. Dan ini juga sudah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa vaksin ini halal dan suci, sehingga tidak dipertentangkan lagi,” tuturnya.

Dikatakan Ratu Dewa, jelang vaksinasi tahap kedua, pihaknya juga masih melakukan penghimpunan data yang berkaitan untuk jadwal vaksinasi pada tahap kedua.

“Saat ini kita sedang pendataan, semua sedang dihimpun, termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah, tidak terkecuali, baik ASN maupun non-PNSD,” katanya.

“Untuk jadwalnya, saat ini kita juga masih fokus pendataan. Setelah pendataan, baru nanti kita kirim ke Kementerian melalui Dinkes Provinsi, setelah itu biasanya baru keluar data resmi melalui SMS yang masuk,” tambahnya. (gS1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed