oleh

Aksi Teror Kian Marak, Ramlan Holdan : Silabus Pendidikan Harus Dirubah

-Politik-24 views

GoSumsel – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan Ramlan Holdan, Jum’at (2/4) melalui sambungan seluler, memberikan komentar dan kiat mengatasi teror yang terjadi, seperti aksi bom bunuh, di Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu, dan aksi di Mabes Polri yang masih hangat jadi pembicaraan.

Ramlan Holdan mengatakan, terjadinya teror seperti bom bunuh diri, tidak cukup dengan hanya mengutuk, tetapi kita tidak mencari akar permasalahan yang sesungguhnya, karena ini tidak mungkin diselesaikan oleh aparat sendirian, oleh karena itu penyelesaiannya harus dimulai dari hulu yang harus dikaji ulang.

“Artinya mereka yang menjadi pelaku bom bunuh diri rata-rata kelompok kaum muda, disini kurangnya pemahaman terhadap nilai nilai agama baik dari sisi aqidah maupun syariah,”ungkapnya.

“Karena itu pelajaran-pelajaran agama disekolah baik itu SD, SMP maupun SMA harus ditambah, termasuk kajian-kajian soal islam yang sesungguhnya, karena didalam diri mereka mengganggap bom bunuh diri ini bagian dari jihad untuk masuk surga,” kata Ramlan Holdan.

“Ini yang perlu kita perbaiki dari guru dan silabusnya untuk mengajarkan atau memperbanyak jam Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ahlak dan budi pekerti karena yang diajarkan hanya poin rukun iman dan rukun islam tetapi tidak mengajarkan makna sesungguhnya didalam poin rukun iman dan rukun islam,”bebernya.

Gerakan dari PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengatasi teroris adalah dengan melakukan dakwah-dakwah yang positif sesuai dengan ajaran islam sesungguhnya, berdasarkan perkembangan teknologi baik media cetak, media elektronik maupun media online.

“Oleh karena itu dari sistem pendidikan yaitu silabus harus dilakukan perubahan artinya konteks kebangsaan pancasila dan konteks pancasila dalam ajaran islam harus dijelaskan dan jangan sampai tepapar intoleran yang akan mengajarkan kebencian kepada generasi penerus oleh karena itu harus diawasi bersama-sama baik oleh kita maupun pemerintah,” pungkasnya. (Akip)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed