oleh

Bergelar Belum Tentu Berpendidikan, DPD PGK Palembang Buka Mindset Generasi Milenial

-Palembang-35 views

GoSumsel – Pembentukan karakter dari siswa ataupun mahasiswa, sangatlah penting untuk melahirkan pemuda yang tidak hanya bisa mengandalkan kepintaran dalam bidang akademik, tapi juga harus dibekali dengan moral dan etika.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Herakan Kebangsaan (DPD PGK) Kota Palembang, rutin menggelar diskusi bertajuk “Bergelar Belum Tentu Berpendidikan”.

Beberapa nasrasumber juga dihadirkan, ketika DPD PGK melaksanakan diskusi, seperti pada Jum’at (2/4) narasumber yang berkompenten dihadirkan, seperti Prima Salam, S.H (Anggota DPRD Sumsel), Donny Meilano, M.Sy (Cendikiawan dan Akademisi), M. Ikrom, S.E (Founder BSO La-Tansa).

Kepada awak media, Minggu (4/4) Ketua DPD PGK Kota Palembang Samsul Bahri berkeinginan, dengan di selenggarakanya kegiatan dialog dengan para pemateri yang sangat luar biasa, bisa membuka minset pemikiran generasi milenial, yang bahwasahnya lebih penting menjadi orang yang berpendidikan dari pada menjadi orang yang bergelar namun jauh dari kata berpendidikan.

“Pendidikan bukan hanya berfokus pada pengembangan intelektual, namun hal yang tatkala penting adalah pembentukan karakter para pelajar, sehingga dapat menimbulkan kaum intelektual,”jelasnya.

“Pembentukan karakter ini sangatlah penting untuk melahirkan pemuda yang tidak hanya bisa mengandalkan kepintaran dalam bidang akademik juga harus dibekali dengan moral dan etika,”jelasnya.

Dalam materinya, Anggota DPRD Sumsel Prima Salam menuturkan bila ibaratkan seperti halnya pepatah “Tua itu pasti namun dewasa itu pilihan”. Pendidikan itu wajib kita tempuh sedangkan mencari gelar adalah pilihan dari diri kita sendiri.

“Pendidikan biaa kita dapat secara formal dan informal, dan setiap orang berbeda – beda mendapatnya, yang terpenting dari kecil harus dibelakali norma etika,”terangnya.

Dilain itu, Cendikiawan dan Akademisi H Donny Meilano menyampaikan, dua jenis tenaga pendidik dalam mengajar anak didiknya, ada yang hanya sekedar mengajarkan tentang ilmu-ilmu pengetahuan dan juga menanamkan nilai-nilai lain, seperti etika dan akhlak. Sedangkan gelar hanyalah sebuah Penghargaan Akademik semata.

“Etika dan Akhlak itu dua hal yang berbeda, walaupun secara tidak langsung maknanya dianggap. Misalnya, wanita yang memakai pakaian seperti biasanya, kita menganggap wanita tersebut sudah menerapkan etika berpakaian, namun jika ia belum menggunakan hijab maka di dalam islam kita mengganggapnya belum berakhlak,” ungkap Donny.

M. Ikrom, SE juga menuturkan,
Pendidikan itu bukan tentang sertifikat, ijazah atau gelar. Pendidikan adalah tentang bagaimana seseorang berkehidupan. Pendidikan bukan indoktrinasi, sebatas memberitahukan seperti “Ini loh (gagasanku) yang (paling) benar”.

“Pendidikan membuka mindset (pikiran), menstimulasi, membangkitkan, mendukung pencarian kebenaran. Pendidikan adalah mengembangkan pikiran dengan memperhatikan ragam gagasan diri atay orang lain. Pendidikan itu, menghargai perbedaan pandangan,”ucapnya

“Dengan diadakannya diskusi ini kami berharap bisa membuat semangat para pemuda untuk mendedikasikan diri demi persatuan bangsa tidak akan pernah memudar. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah wawasan kita dan bisa di implementasikan dalam kehidupan berbangsa,”tandasnya.(Akip)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed