oleh

SCW Minta DPRD Buat Surat Rekomendasi Pemecatan Kepala Bulog Sumsel

-Palembang-16 views

GoSumsel – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) terkait penyerapan gabah dan beras petani dengan harga 4.200 rupiah kepada pihak Bulog Sumsel nampaknya tidak dihiraukan. Terkait hal tersebut, Sriwijaya Corruption Watch (SCW) nampak menyampaikan kekecewaan melalui aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Rabu (7/4).

Dalam aksi tersebut, SCW meminta DPRD Provinsi Sumsel untuk membuat surat rekomendasi pemecatan Kepala Bulog Sumsel yang dianggap telah mengecewakan bahkan telah mengabaikan arahan dari Menteri Pertanian.

“Setelah teman-teman melakukan pengecekan langsung ke lapangan, ternyata harapan itu tidak tercapai, bahkan gabah kering hanya dibeli seharga 3.200 rupiah,” kata Direktur Sriwijaya Corruption Watch (SCW), M Sanusi usai kegiatan aksi.

Dikatakan Sanusi, bahwa pihaknya sangat berharap kepada DPRD Provinsi Sumsel untuk dapat segera membuat surat rekomendasi pemecatan Kepala Bulog. “Kepala Bulog Sumsel harus segera diganti, karena kalau tidak diganti secara otomatis ini akan berlanjut terus dan merugikan para petani di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak para petani guna kemakmuran para petani itu sendiri, sehingga apa yang menjadi harapan dapat segera tercapai.

“Kami akan terus berjuang, bahkan jika tidak dihiraukan kami akan adakan aksi demo kembali kepada Bulog RI dan Menteri BUMN agar DPRD Sumatera Selatan segera mengeluarkan surat rekomendasi pemecatan Kepala Bulog Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Aspirasi dan Pelayanan Masyarakat Sekretariat DPRD Sumsel, Sevlia Riana yang menerima para demonstrasi tersebut menyampaikan, bahwa dirinya akan segara menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari para demonstran kepada pimpinan DPRD Sumsel dan komisi II DPRD Sumsel.

“Kami ucapkan terimakasih karena telah melakukan aksi dengan damai dan tertib, dan kami sampaikan permohonan maaf karena para pimpinan dan anggota DPRD sedang melakukan kunjungan kerja (dl) sehingga tidak bisa menerima langsung bapak-bapak,” ucapnya.(Ocha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed