oleh

Lampaui Persentase Nasional, Tito Karnivian : Sumsel Sudah Lampu Kuning, Ini Perlu Menjadi Perhatian

GoSumsel – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengunjungi RSUD Palembang Bari, Sumsel, Minggu (2/5). Sangat kecewa melihat aktivitas masyarakat di Kota Palembang yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

Dan dirinya menilai,Sumatera Selatan tidak memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro secara optimal.

Yang mana Akibatnya dikatakan Tito, angka penularan dan angka kematian di Sumsel meningkat pesat, bahkan melampaui persentase nasional. Pemerintah daerah diminta untuk serius menerapkan PPKM berbasis mikro, terutama mendekati Idul Fitri.

”Menurut saya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belum ada di Sumsel,”ucap Tito kepada awak media, saat meninjau RSUD Palembang Bari, Minggu (2/5).

Dirinya melihat, kafe dan restoran di Palembang masih tetap buka hingga lebih dari pukul 22.00, pasar masih ramai dan warga berkerumun di situ. Bahkan, masih banyak acara pernikahan yang tamunya tidak memakai masker.

”Di kota-kota lain, seperti Jakarta atau Bandung, tidak ada lagi restoran yang buka di atas pukul 22.00,” ucapnya.

Dirinya juga menilai tidak adanya koordinasi antar-instansi terkait sehingga tidak tercipta konsep penanganan pandemi  yang tegas. Padahal lanjut Tito, koordinasi antar-instansi, seperti pemda, TNI/Polri, serta organisasi dan tokoh masyarakat, sangat diperlukan agar pelaksanaan PPKM bisa optimal mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat rukun tetangga.

Menurutnya, Tidak optimalnya PPKM berbasis mikro di Sumsel itu berdampak pada buruknya performa Sumsel dalam penanganan pandemi. Ini terlihat dari empat indikator pandemi di Sumsel yang sebagian besar menunjukkan tren negatif.

“Dari tingkat kesembuhan, misalnya, Sumsel hanya mencatatkan tingkat kesembuhan 87,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 91,3 persen. Sementara angka kematian 4,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 2,7 persen,”jelasnya.

Adapun dari 1.600 tempat tidur yang tersedia di Sumsel, 59 persen sudah terisi pasien Covid-19. Angka ini jauh lebih tinggi dari sebagian besar wilayah di Indonesia, yakni di bawah 30 persen. ”Ini menandakan kurangnya pencegahan sehingga banyak yang tertular,” ucap Tito.

Bahkan, untuk di Palembang, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 65 persen atau mendekati standar maksimal 70 persen. ”Sumatera Selatan sudah lampu kuning dan ini perlu menjadi perhatian,”tandasnya.(Yanti)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed