OKI  

Anggota KUD Marga Mulya Pertanyakan Uang Tabungan yang Berkurang Miliyar Rupiah

Anggota KUD Marga Mulya mempertanyakan uang yang berkurang
banner 120x600
banner 468x60

GoSumsel – Pengurus KUD Marga Mulya desa Makarti Mulya, Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI, Sumatera Selatan diduga tilap dana tabungan anggota milyaran rupiah.

Terungkapnya jika dana tabungan anggota itu diduga telah digelapkan dan ditilap oleh pengurus KUD ketika para anggota KUD mempertanyakan tabungan mereka saat rapat digelar.

banner 325x300

Namun saat itu pengurus KUD menjelaskan jika uang tabungan itu seluruhnya berjumlah berkisar Rp.27,2 milyar tetapi yang ada saat ini hanya ada Rp. 12, 8 milyar.

Sementara Rp.14 milyarnya lagi tidak jelas kemana Sehingga para anggota mempertanyakan hal tersebut dan meminta kiranya uang tersebut dikembalikan secara utuh.

Ironisnya pengurus KUD tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat hanya berdalih akan dicarikan terlebih dahulu.

Hal tersebut membuat para anggota geram karena uang tersebut mereka tabung untuk dana replanting persiapan untuk peremajaan kelapa sawit nantinya.

Diyan atau yang akrab disapa Yayan mengaku kecewa atas ulah pengurus KUD yang dinilai merugikan para petani.

“Bertahun-tahun petani rela menabung dengan harapan bisa mempersiapkan dana peremajaan kelapa sawit mereka. Namun sekarang justru menuai kekecewaan,”ucapnya, Jum’at (18/2).

Diketahui ada 47 kelompok yang tergabung pada KUD Marga Mulya tersebut.

Pada tahun 2010 yang lalu tepatnya bulan Juli diceritakan Yayan, para anggota KUD mulai mengadakan pemotongan gaji untuk ditabung persiapan dana peremajaan kelapa sawit.

Kemudian pada April 2021 digelar rapat anggota KUD lagi yang dalam kesempatan itu anggota mempertanyakan tabungan mereka berapa yang terkumpul saat itu.

Betapa kagetnya anggota tatkala mendengar penjelasan dari pengurus karena kalkulasi yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Bahkan nilainya cukup fantastis hingga mencapai Rp.14 Milyar,”ucapnya.

Anggota pun memutuskan untuk mencari keadilan dan meminta kiranya uang tabungan mereka dikembalikan sesuai kalkulasi yang ada.

Karena uang tersebut merupakan uang tabungan pribadi hasil potongan gaji bukan uang bantuan dari mana.

Untuk itu, para anggota meminta kepada pengurus KUD yang terlibat untuk mengembalikan uang tersebut.

Jika tidak digubris maka para anggota mengancam akan mengambil tindakan tegas bahkan akan membawanya ke rana hukum.

Hingga berita ini diturunkan redaksi terus berusaha meminta konfirmasi ke pihak pengurus KUD namun belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenarannya.(juanda)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *