OKU  

Teddy : Anggaran seleksi PPPK Nakes 2022 Tak Akan di Ganggu Sepeserpun

H Teddy Meilwansyah menemui secara langsung ratusan tenaga kesehatan non ASN dari RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

GoSumsel – Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah menemui secara langsung ratusan tenaga kesehatan non ASN dari RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dan Puskesmas di OKU untuk memberikan penjelasan perihal penundaan penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga kesehatan tahun 2022 yang mereka pertanyakan, di Pendopo rumah dinas Bupati OKU, Minggu (6/11).

Teddy yang baru tiba dari Dinas Luar Kota langsung menemui para nakes didampingi Kepala BKPSDM OKU Mirdaili SSTP MSi, Plt Kadinkes OKU Rozali SKM MM, Direktur RSUD Ibnu Sutowo Rynna Dynna, Kepala BPKAD OKU AM Hanafi dan beberapa orang Staf Khusus Bupati OKU.

“Tadi kami bersama dengan Kepala BKPSDM OKU dan lainnya memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada para nakes non ASN,”jelas Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah.

Hal ini telah di tindak lanjuti pada bulan Mei 2022 lalu, namun menurutnya tidak diketahui bahwa ada kesalahan teknis di Dinas Kesehatan OKU, sehingga data seluruh Nakes tidak terupdate dalam SDMK Kemenkes yang dioperatori oleh Dinkes OKU.

Teddy sangat menyayangkan hal tersebut. Dan berjanji akan melakukan pengawasan dan meminta BKPSDM OKU melakukan pendampingan terhadap Dinkes OKU dalam rangka menginput data ke SDMK Kemenkes.

“Kami juga memastikan penerimaan PPPK tahun 2023 mendatang penganggarannya sudah disiapkan tanpa diganggu 1 sen pun, sehingga nantinya rekan-rekan Nakes mengikuti seleksi dengan tenang dan nyaman,” ujarnya

Teddy juga menegaskan akan memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum petugas Dinkes yang lalai sehingga terjadi hal seperti ini.

“Apabila salah maka akan diberikan sanksi tegas , tadi saya sudah koordinasikan dengan inspektorat dan BPKSDM, mengenai sanksinya nanti tunggu hasil pemeriksaan terlebih dahulu,” tandasnya.

Sementara itu Cicin Parlena salah seorang Nakes Non ASN, berharap tahun depan ada penerimaan PPPK, dan tenaga nakes di OKU menjadi prioritas penerimaan. “Harapan kami jika dibuka penerimaan maka kami menjadi prioritas dan tidak menerima dari luar daerah,” harapnya

Terpisah kepala BPKSDM OKU Mirdaili dihadapan para nakes mengatakan, pemkab OKU telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembukaan penerimaan PPPK Nakes di OKU. “Namun terjadi hal seperti ini, kami telah berusaha mencari solusi. Dan dengan berat hati terpaksa mengambil keputusan untuk menunda penerimaan PPPK nakes ini,”ujarnya

Menurut Mirdaili, jika tetap penerimaan tetap di buka maka yang bisa mendaftar hanya yang dari luar OKU, sementara Nakes di OKU tidak bisa.

“Kita sudah diberi oleh Kemenpan RB sebanyak 249 Formasi namun dari 1222 Nakes setelah kita cek yang bisa mendaftar nol karena data tidak terupdate. Untuk apa kita buka kalau kita sendiri tidak bisa mendaftar. Sayang dana yang sudah kita anggarkan. Kita sama-sama berdoa semoga penerimaan tahun depan Formasi bisa lebih banyak lagi,” tandasnya (Syah)

Respon (1)

  1. El correo electrónico no es seguro y puede haber vínculos débiles en el proceso de envío, transmisión y recepción de correos electrónicos. Si se aprovechan las lagunas, la cuenta se puede descifrar fácilmente.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *