Yusuf Malaya Kirim Tim Riset Internasional Telusuri Jejak Kiai Marogan di Makkah

Ketum PMPB Sumsel bapak M Yusuf Malaya (dua dari kanan) usai melepas tim riset PMPB ke Tanah suci Mekkah (foto : Epen Permata)

GoSumsel – Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, M. Yusuf Malaya, secara resmi melepas keberangkatan Kloter III Jemaah Umrah PMPB Sumsel, Senin (20/7/2026).

Pelepasan kali ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya PMPB Sumsel memberangkatkan Tim Riset Internasional ke Tanah Suci untuk menelusuri jejak ulama besar Palembang, Kiai Abdul Hamid atau Kiai Marogan.

Program riset perdana ini merupakan inisiatif yang mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya. Selain menjalankan ibadah umrah, tim akademisi akan melakukan penelitian sejarah mengenai kiprah Kiai Marogan di Kota Makkah.
Salah satu anggota tim peneliti, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A, menyampaikan apresiasi kepada M. Yusuf Malaya atas dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Foto bersama dengan jemaah umrah PMPB dan anggota Tim Riset (foto : Epen Permata)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak M. Yusuf Malaya yang tidak hanya memfasilitasi keberangkatan umrah, tetapi juga mendukung terlaksananya penelitian ini. Kami akan menelusuri jejak Kiai Marogan, ulama besar asal Sumatera Selatan yang kiprahnya tidak hanya dikenal di Palembang, tetapi juga memiliki sejarah penting di Kota Makkah,” ujarnya.

Menurut Prof. Adil, selama ini penelitian mengenai Kiai Marogan lebih banyak dilakukan di Sumatera Selatan. Melalui riset di Tanah Suci, tim akan menelusuri berbagai peninggalan dan bukti sejarah yang masih dikelola oleh keturunannya di Makkah.

Ia menambahkan, penelitian tersebut memiliki nilai penting karena Kiai Marogan, beserta ayahandanya yang dikenal sebagai Mahmud Kandang, memiliki jaringan keilmuan Islam yang luas hingga menjadi rujukan masyarakat Nusantara yang belajar di Makkah.

Owner Holiday Angkasa Wisata Dedi Suparman memberikan sal tanda pelepasan keberangkatan jamaah umroh (foto : Epen Permata)

“Tim yang berangkat kali ini terdiri dari akademisi Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah Palembang, dan berbagai kalangan akademisi lainnya. Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan karya ilmiah berupa laporan penelitian yang dapat memperkaya sejarah ulama besar Sumatera Selatan,” katanya.

Prof. Adil menyebut penelitian ini sebagai riset internasional perdana PMPB Sumsel, yang diharapkan menjadi langkah awal organisasi dalam menggali kembali warisan intelektual dan perjuangan para ulama Palembang di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua Umum PMPB Sumsel M. Yusuf Malaya mengatakan keberangkatan kloter ketiga umrah PMPB kali ini memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan ibadah.

“Selain melaksanakan ibadah umrah, tim riset PMPB Sumsel akan menelusuri jejak sejarah Kiai Abdul Hamid atau Kiai Marogan di Kota Makkah. Bersama para akademisi, kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan dokumentasi dan karya ilmiah yang semakin memperjelas sejarah serta memperkuat pengenalan masyarakat terhadap sosok ulama besar kebanggaan Palembang,” ujar Yusuf Malaya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi sejarah yang bermanfaat bagi masyarakat luas sekaligus memperkenalkan kiprah ulama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.(Epen Permata)