OKU  

Diduga SC Konfercab HMI Baturaja “Berpihak” Pada Satu Kandidat

GoSumsel – Konfercab ke 13 HMI yang secara aklamasi memilih Nopriyadi Andista ST mencederai proses demokrasi dan tidak sesuai aturan institusi HMI. Hal ini disampaikan Qodrat royaldi dan 4 perwakilan atau pemilik suara penuh komisariat lainnya dalam konfrensi pers di Sekretariat HMI Cabang Baturaja, Rabu (18/5) sore.

Konfrensi pers ini dihadiri oleh 4 perwakilan komisariat Ari Azwar Hafidz (Komisariat AKMI), Dona Wahyu Saputra (Komisariat Pertanian), Fitri dan Kevin (Komisariat Ekonomi), Handika Ibrahim (Komisariat FISIP) dan Deka.

Dalam Konfresi Pers itu, Pihak Qodrat selaku ketua terpilih merasa yang digaungkan pihak Nopri sebagai aklamasi dalam konfercab HMI ke 13 yang digelar oleh SC tidak sesuai aturan ad/art dan melanggar demokrasi pemilihan. Bahkan tidak sesuai aturan institusi HMI.

Hal itu menurut mereka cukup beralasan dan sesuai bukti-bukti yang mereka miliki berdasarkan fakta. Bahkan mereka menilai senior caourse (SC) pada Konfercab itu cenderung berpihak ke Kandidat Nopriyadi

“Pihak SC pada rapat pleno menscorsing, dan hingga saat mereka menggelar konfercab belum dibuka atau ditutup kembali, bahkan pihak SC tidak ada komunikasi sama sekali setelah menscorsing rapat itu,” kata Fitri perwakilan pemilik suara penuh (Komisariat Ekonomi).

Dibeberkan Fitri, pada tanggal 16 mei pihak SC hanya mengirim pesan di group peserta Konfercab, yang menyatakan akan menggelar konfercab pagi itu. Pesan itu dikirim sekira pukul 04.28 WIB.

“Pada waktu seperti itu para peserta mungkin masih ada yang tidur atau sholat subuh mereka malah menggelar konfercab, ini sangat tidak sesuai aturan, padahal selama rapat discorsing tidak ada pemberitahuan atau pembicaraan.” sesalnya

Kemudian lanjut Fitri pada pukul 08.00 (16/5) 4 Komisariat mendatangi sekretariat HMI namun tidak ada pihak SC maupun pihak Nopri, 4 perwakilan komisariat ini menunggu hingga pukul 13.00 WIB.

“Namun kami melihat sekira pukul 10.00 WIB Kandidat Nopri memposting di sosial medianya menyatakan aklamasi sebagai ketua HMI terpilih,jelas kami terkejut karena kami tidak dilibatkan bahkan terkesan dipaksakan dan melanggar aturan,” tegasnya seraya membeberkan bukti chat yang dikirimkan pihak SC dan bukti foto SC berpoto bersama dengan kandidat Nopri.

Hal senada juga dikatakan Handika, ia merasa yang telah dilakukan pihak Nopri sangat menyalahi aturan. Bahkan pihak SC terkesan tak memperdulikan 4 komisariat lainnya. “Kalau dilakukan secara terhormat dan sesuai aturan siapapun yang menang kami legowo, cuma ini dilakukan tidak sesuai aturan institusi, jelas kaki kecewa,” ujarnya.

Sementara itu Qodrat Royaldi ketua Terpilih Konfercab versi lainnya mengatakan sangat menyesalkan hal tersebut. Menurutnya HMI merupakan organisasi pengkaderan yang hal ini akan menjadi contoh yang tidak baik baik kader HMI lainnya. “Semoga kedepan hal ini tak akan terjadi lagi,”harapnya.

Selaku ketua terpilih Qodrat mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Badko , serta melengkapi berkas yang lainnya. (Syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *