GoSumsel – Upaya melestarikan kuliner tradisional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 yang akan berlangsung pada 17–19 April 2026 di Atrium Lippo Plaza Lubuk Linggau.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Aspenku Sumatera Selatan, Yus Elisa, yang akrab disapa Bunda Rayya. Festival ini menjadi wadah strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk kuliner khas daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan cita rasa Sumatera Selatan kepada masyarakat luas, Minggu (12/04/2026).
Tidak hanya menghadirkan bazar kuliner, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik dan edukatif, seperti cooking class, lomba makan pempek, lomba vlog, lomba dekorasi tumpeng kue, hingga talkshow kesehatan yang menghadirkan dokter dari RS Siloam.
Acara pembukaan dijadwalkan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Lubuk Linggau Hj. Risca Priba Ayu, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara Hj. Nafisah Wahyudi, serta Ketua Umum Aspenku Sumsel, Bunda Rayya.
Bunda Rayya menyampaikan bahwa Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 merupakan langkah nyata dalam mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal luas. Ia menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Festival ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Lippo Plaza Lubuk Linggau melalui kolaborasi bersama manajemen, termasuk MD Lippo Plaza Lubuk Linggau, Richard Chandra.
Menurut Bunda Rayya, Aspenku Sumsel terus berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.
“Melalui festival ini, UMKM memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan, meningkatkan kualitas produk, dan menarik minat pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa lomba vlog menjadi salah satu strategi untuk melibatkan generasi muda agar lebih aktif mempromosikan kuliner daerah melalui media sosial dengan cara yang kreatif dan kekinian.
Selain itu, cooking class diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mempelajari teknik memasak kuliner khas Sumatera Selatan secara langsung dari para praktisi. Sementara itu, talkshow kesehatan memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga pola makan sehat tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.
Bunda Rayya turut menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, komunitas, hingga masyarakat luas.
Ia berharap Festival Kuliner Lemak Nian dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti dan mampu mendorong sektor pariwisata kuliner di Lubuk Linggau.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi ikon kuliner daerah. Dari Lubuk Linggau, kita perkenalkan kekayaan rasa Sumatera Selatan ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan menghibur, Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 diyakini akan menjadi magnet bagi masyarakat sekaligus momentum penting dalam memperkuat eksistensi UMKM dan melestarikan warisan kuliner daerah.(yns)













