GoSumsel — Empat bulan melakukan penyelidikan, tim Opsnal Reskrim Polsek Ilir Barat I akhirnya berhasil menangkap satu pelaku penyerangan terhadap ayah dan anak pedagang pecel lele di Jalan Merdeka, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang pada Selasa (26/5/2026) yang lalu.
Pelaku bernama M. Riansyah (18) ditangkap dikediamannya di Jalan Ratna, Lorong Sungai Tawar, Palembang Rabu malam.
Dari penyerangan tersebut kedua korban bernama Destian (25) dan Nurafli (47). Bahkan korban Nurafli mengalami luka parah dibagian dada hingga mengenai paru-parunya.
Selain melukai korban, Riansyah bersama temannya juga merusak motor korban setelah melakukan penghadangan.
Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh mengatakan Riansyah merupakan salah satu pelaku penyerangan terhadap korban Destian dan Nurafli pedagang pecel di Jalan Merdeka, Talang Semut Palembang.
“Pelaku kami tangkap tak jauh dari kediamannya pada hari Rabu, 2 September 2026, malam,”kata Fauzi Saleh Kamis (3/9/2026).
Pelaku Riansyah berperan yang menusuk korban Nurrafli saat ini unit Reskrim Polsek Ilir Barat I masih melakukan pendalaman untuk menangkap pelaku yang lainnya.
Dijelaskan Fauzi peristiwa penyerangan dialami korban terjadi di Jalan Merdeka, Talang Semut Palembang pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban Destian korban pertama yang diserang sekelompok remaja yang tak dikenal setelah pulang berbelanja.
Korban sempat menghindar, tapi tetap terkena sabetan senjata tajam pelaku hingga mengalami luka gores di lengan kanan dan paha kanan pelaku juga merusak sepeda motor yang tertinggal di TKP.
“Setelah sempat menghindar Destian kemudian menghubungi ayahnya, Nurafli, untuk meminta dijemput. Setelah Nurafli pelaku melakukan pengejaran. Nurafli berusaha melarikan diri hingga terjatuh dari sepeda motor,” katanya.
Melihat Nurrafli terjatuh pelaku Rian menusuknya dengan tombak sepanjang 1,5 meter hingga menembus ke paru-paru korban.
“Setelah menusuk korban, Rian dan rombongannya langsung melarikan diri. Nurafli kemudian dibantu dan anaknya Destian dilarikan ke rumah sakit,”jelasnya.
Dihadapan penyidik tersangka Rian mengaku saat itu dirinya bersama teman-temannya dalam pengaruh alkohol pada saat kejadian sehingga tidak terkontrol.
“Para pelaku saat itu habis minum alkohol jadi pada saat kejadian sedang di bawah pengaruh miras,”bebernya.
Sementara Rian mengaku, sebelum menghadang dan mengejar korban dirinya nongkrong sambil meminum alkohol di kawasan 26 Ilir bersama enam orang temannya.
“Kami duduk dulu sambil minum, habis minum miras terus menghadang anak dan bapak itu,”kata Rian.
Diakui Rian saat kejadian, dirinya sendiri yang menusuk korban, sedangkan teman-temannya mendorong dan merusak motor kedua korban.
“Yang mukul korban Destian teman saya namanya Pian, tak kemudian datang korban Nurafli lewat Pian ngejar lagi sama saya sampai korban jatuh. Terus korban saya bacok. Kalau teman-teman yang lain cuma merusak motor korban,”jelasnya.(gS3)












