Liput Aksi Demo Depan Mapolda Sumsel, Wartawan Tribun Sumsel dan Pal TV jadi Korban Pengeroyokan

Salah satu wartawan yang menjadi korban pengeroyokan (foto : gS3)

GoSumsel — Aksi demo mahasiswa didepan Mapolda Sumsel, terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, berlangsung ricuh. Selasa (13/10) sekitar pukul 15.00 WIB, aksi ricuh dipicu bentrok mahasiswa dengan kelompok masa lainnya yang berujung sejumlah mahasiswa dan wartawan jadi korban pengeroyokan.

Sebelum muncul aksi gabungan sejumlah mahasiswa di depan Mapolda Sumsel. Terlebih dulu ada kegiatan sekelompok masa dari komunitas ojol dan Ormas yang melakukan pembagian masker ke pengguna jalan persis dipkntu masuk 2 Polda Sumsel. Sejumlah petugas gabungan nampak tengah melakukan penjagaan, mulai dari anggota shabara, polwan maupun unit lainnya.

Kemunculan mahasiswa menggunakan mobil komando sempat terdengar dengan lagu mars mahasiswa yang berasal dari seberang jalan Jendral Sudirman. Dengan pengawalan mobil petugas, mereka langsung menuju ke pintu masuk 1 Mapolda Sumsel yang rencananya akan melaksanakan aksi.

Tiba tiba dari kelompok masa yang membagi bagiken masker, mendatangi sejumlah mahasiswa di pintu masuk satu Polda Sumsel. Sempat terjadi kericuhan, karena bertemunya dua kelompok tersebut.

Aksi pemukulan dan anarkis terjadi persisnya di depan pintu masuk Polda Sumsel. Aksi itu berlanjut dengan pengejaran sekelompok masa ke mahasiswa yang melarikan diri hingga ke lampu merah, simpang empat Mapolda Sumsel .

Salah satu anggota kepolisian sempat dikeroyok oleh kelompok masa tersebut, lalu berlanjut, masa menyerbu wartawan tribun Sjmsel yang tengah melakukan live dan wartawan Pal TV yang tengah melakukan peliputan di bawah play over Polda Sumsel.(gS3)