GoSumsel – Maraknya aksi tawuran remaja maupun pelajar di kota Palembang khususnya diwilayah hukum Polsek Ilir Barat I seperti yang viral belakangan ini terjadi di kawasan rumah susun Simpang Radial atau kawasan Lambidaro.
Untuk mencegah hal serupa terulang, Polsek Ilir Barat bersama TNI, pihak kecamatan, perangkat RT Rw, dan tokoh masyarakat menggelar rapat koordinasi di Aula Mapolsek Ilir Barat I Rabu (16/9/2026).
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh menuturkan untuk mencegah aksi tawuran remaja maupun pelajar di wilayah hukumnya, Polsek Ilir Barat I mengumpulkan perangkat RT RW, tokoh masyarakat, pihak kecamatan serta TNI untuk berkoordinasi bersama melalui rapat.
“Dalam rapat kami imbau perangkat RT RW di Kecamatan IB I turut mengawasi aktivitas remaja maupun pelajar diwilayahnya masing-masing terutama jika keluar pada malam hari,”kata Fauzi Saleh, Kamis (17/9/2026)
, dalam rapat tersebut ia mengimbau para RT dan RW untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak remaja, khususnya yang kerap keluar rumah pada malam hari.
Dalam kesempatan tersebut, Polsek Ilir Barat I memamerkan barang bukti senjata tajam, salah satunya celurit, yang diamankan dari anak-anak dalam aksi tawuran.
Kompol Fauzi Saleh mengajak Camat, Danramil, RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama-sama mencegah aksi tawuran dikalangan remaja maupun pelajar.
Dalam rapat koordinasi tersebut Polsek Ilir Barat 1 bersama kecamatan berusaha agar aksi tawuran bisa dicegah sedini mungkin dan penanganan bagi remaja yang tertangkap tangan membawa senjata tajam.
Usai rapat koordinasi pihak kecamatan akan menyampaikan permasalahan tersebut dan meminta saran kepada Wali Kota dan DPRD Kota Palembang.
“Dalam rapat disepakati sanksi bagi remaja maupun pelajar yang tertangkap melakukan tawuran,”tuturnya.
“Kepada pihak Kecamatan dan Lurah untuk menyampaikan permasalahan ke DPRD serta meminta saran dari Wali Kota mengingat pelaku tawuran rata-rata masih di bawah umur,”ungkapnya.
Dari hasil pemantauan pola aktivitas tawuran yang sering terjadi, pelakunya daru kelompok remaja yang sangat mengganggu kamtibmas.
“Aksi tawuran yang sering terjadi antara malam Minggu dan Selasa subuh. Mereka selalu dini hari atau mendekati waktu subuh,”jelasnya.
Aksi tawuran yang terjadi sangat berbahaya karena menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korbannya mengalami luka-luka sampai dilarikan ke rumah sakit.
“Untuk diwilayah Ilir Barat I aksi tawuran yang sering terjadi dikawasan Rumah Susun, Lambidaro. Pada hari Senin dini hari lalu ada satu korban tawuran ditusuk di leher, korbannya dirawat di Rumah Sakit. Laporannya ada di Polrestabes Palembang,” jelasnya.
Polsek Ilir Barat I terus mengintensifkan patroli dan berjaga diwilayah yang rawan aksi tawuran selama dua malam terakhir.
“Dari patroli yang kami lakukan alhamdulillah sudah dua malam tidak ada kejadian yang menonjol terutama aksi tawuran,”tandasnya.(gS3)












