GoSumsel – Penukaran uang pecahan kecil (UPK) melalui Kas Keliling di Masjid Agung Palembang, hari ini, diwarnai sedikit ketegangan masyarakat dan pegawai bank.
Dimana, dalam penukaran uang tersebut masyarakat merasa kurang nyaman, karena sejak dari pagi hingga siang mereka belum mendapatkan pecahan uang kecil.
“Pak, kalau ada bilang ada, bila tidak ada bilang, kami mau pulang,”ucap salah satu emak – emak kepada petugas bank.
Masyarakat yang berada disana sedikit kecewa, dengan lamanya antrian, padahal 7 unit mobil berada disana.
Menurut masyarakat, tahun ini rada sulit mendapatkan uang pecahan kecil, kalau tahun lalu, banyak di kantor kas kecil setiap bank.
“Saya seminggu yang lalu keliling bank, dan bilang tidak ada, dan disuruh ke Masjid Agung,”terangnya.
Dengan nada yang rada emosi, petugas bank menerangkan bila, tadi ada kesepakatan untuk menyelesaikan yang online baru offline.
“Yang butuh siapa, saya apa kalian. Sabar ini lagi dihitung,”jelas pria yang diketahui staf perbankan.
Kepada awak media, kemarin saat memantau pelaksanaan, Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan Erwin Soeriadmadja menerangkan bila kegiatan penukaran uang dilakukan selama dua hari, dan pemesanan melalui online dan offline.
“Online 700 kuota melalui website pintar, Offline 250 – 300 kuota .Saya senang, kegiatan kita disambut antusias, dan masyarakat banyak yang datang, ini juga menandakan ekonomi kita mulai pulih pasca pandemi,”ucapnya disela memantau pelaksanaan.(gS1)













