Yusuf Malaya Inisiasi Koalisi Ormas Bersatu Sumsel, Demi Keamanan dan Ketertiban

Ketum PMPB Sumsel M Yusuf Malaya berikan arahan untuk koalisi ormas di Sumatera Selatan (foto gS)

GoSumsel – Ketua Umum DPD Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, M. Yusuf Malaya, menjadi inisiator terbentuknya Koalisi Ormas Bersatu Sumatera Selatan, yang dihadiri 7 ormas

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antar organisasi kemasyarakatan (ormas), yang digelar di Jalan Sultan Mansyur, 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Yusuf Malaya mengatakan, pembentukan koalisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat persatuan antar ormas sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Yusuf Malaya, ormas memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan harmonis di tengah masyarakat.

foto bersama ketua ormas di Sumatera Selatan

“Ormas tidak boleh hanya tampil ketika ada kepentingan tertentu. PMPB ingin menjadi penggerak persatuan dengan menyatukan potensi ormas agar bersama-sama hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Yusuf Malaya, Senin (9/3/2026).

Ia menilai selama ini masih terdapat sekat dan ego sektoral di antara sejumlah ormas yang berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan. Melalui inisiatif ini, ia mengajak seluruh elemen ormas untuk menanggalkan perbedaan dan mengedepankan semangat kebersamaan demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kalau ormas bersatu, stabilitas keamanan akan lebih mudah terjaga. Masyarakat juga akan merasa lebih terlindungi dan nyaman dalam beraktivitas,” tambahnya.

Selain memperkuat peran dalam menjaga keamanan, PMPB juga mendorong kolaborasi ormas dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Bentuknya antara lain aksi sosial, bantuan kebencanaan, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan ketertiban umum.

“Dengan bersatu, ormas bisa menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus pengkritik yang konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat,” tandasnya.(Epen Permata)