GoSumsel – Mendengar kabar tahun ajaran baru ini untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetap belajar daring. Orang tua siswa di Kota Palembang, sedikit merasa kecewa.
Yang mana menurut Sri Maryati, salah satu wali Murid SD Muhammadiyah 6 Palembang, berharap belajar tatap muka tetap dilaksanakan.
“Dan ini juga bukan sekedar keinginan kami sebagai orng tua, tetapi juga keinginan dari anak – anak. Mereka
merasa bosan karena terlalu sering dirumah,”ungkapnya ketika ditanya redaksi GoSumsel, Senin (5/7).
Menurutnya, belajar melalui daring cukup merepotkan, terutama bagi orng tua yang bekerja. Dimana, anak – anak tidak bisa belajar sendiri, mereka harus didampingi.
“Belajar daring tidak begitu efektif, kadang ganguan sinyal dan anak – anak tidak bisa fokus belajar,”ungkapnyam
“Anak – anak sekrang tidak terbiasa lagi untuk bangun dipagi hari, media buku sudah tidak berperan penting lagi, mereka lebih suka nanya langsung ke google dibandingkan membaca buku,”sambungnya lebih lanjut.
Negatifnya, Mereka lebih hafal nama – nama artis dibanding rumus persegi panjang. Tapi dengan kebijakan pemerintah yang melarang sekolah tatap muka dengan alasan kesehatan seperti sekarang ini pun mau tidak mau harus dimaklumi juga karena kondisi corona yang semakin merajalela.
“Semoga kedepan akan ada kebijakan yang bisa membuat nyaman semua pihak, terutama untuk anak – anak sebagai generasi penerus,”harapnya.
Hal senada diutara oleh Novi salah satu orang tua Siswa, yang berharap ada salah satu solusi, dalam dunia pendidikan.
“Terkadang guru hanya memberika tugas, kerjakan halaman sekian tapi seminggu kemudian baru ada nilainya, pernah juga tanpa dinilai,”ungkapnya.
Bila memang belajar daring ini dilaksanakan untuk pencegahan penularan, dirinya menerima tapi harus ada evaluasi sistem belajar daring.
“Tolong ada suatu evalusi, tentang pembelajaran daring ini,”tandasnya.(Yanti)












