– Panen 36,35 Kg Kangkung,
GoSumsel – Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan panen kangkung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (28/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 sekaligus wujud pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Panen yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, bersama jajaran petugas berhasil menghasilkan 36,35 kilogram kangkung segar. Hasil tersebut menjadi bukti optimalisasi lahan produktif di lingkungan lapas yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam prosesnya, warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari tahap penanaman, perawatan hingga panen. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat.
Desi Andriyani mengatakan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pembinaan yang terus diperkuat di Lapas Perempuan Palembang. Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membangun kemandirian dan semangat produktif warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang produktif dan bernilai manfaat. Selain mendukung ketahanan pangan, warga binaan juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat nantinya,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026)
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Sariany Nababan, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dan pembinaan rutin yang terus dilakukan kepada warga binaan.
Ia menambahkan, kegiatan pertanian di lingkungan lapas akan terus dikembangkan agar hasil panen semakin meningkat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi program pembinaan dan ketahanan pangan.
Dengan adanya program ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang berharap pembinaan kemandirian dapat terus berkembang, menciptakan warga binaan yang lebih terampil, produktif, dan siap kembali berperan di tengah masyarakat.(yns)












