GoSumsel – Menyambut datangnya persiapan Idul Fitri 1447 hijriah, pelaku usaha kuliner di Kota Palembang Yus Elisa yang akrab disapa Bunda Rayya, kembali menghadirkan inovasi hampers kue yang sukses menarik perhatian pasar.
Tahun ini toko Bunda Rayya, meluncurkan tiga paket spesial bernuansa kota suci yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga konsep yang sarat makna motivasi bagi tim produksinya.
Hampers yang bewarna burgundy yang kalem bermotif bunga dengan tiga bentuk berbeda menambah pesona dari kue itu sendiri, tiga hampers paket tersebut diberi nama hampers paket Mekah, hampers paket Madina, dan hampers paket Jeddah, yang masing-masing mewakili kelas berbeda.
Konsep ini sengaja dihadirkan sebagai simbol target pencapaian sekaligus penyemangat kerja menjelang musim permintaan tertinggi saat Lebaran.
Berbeda dari tahun sebelumnya, hampers kali ini menghadirkan kombinasi kue basah dan kue kering dalam satu paket, sehingga memberikan pilihan lebih lengkap bagi pelanggan yang ingin menjadikannya sebagai bingkisan Lebaran.
Paket Mekah menjadi varian paling premium dengan harga Rp750 ribu. Sementara Paket Madina dibanderol mulai Rp 400 ribu untuk porsi utuh, dan Paket Jeddah hadir sebagai pilihan lebih ekonomis dengan harga Rp 250 ribu.
“Ada yang baru di tahun 2026 ini. Ini yang paling best seller dan paling ditunggu konsumen, apalagi lapis legit cempedaknya,” ujar Bunda Rayya, kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Bunda Rayya mengatakan meski baru resmi diluncurkan, respons pasar langsung menunjukkan antusiasme tinggi. Dari target produksi awal sebanyak 250 loyang, sebanyak 70 paket langsung terpesan hanya dalam satu jam pertama pembukaan order.
Menariknya, mayoritas pembeli justru datang dari luar Palembang. Sekitar 60 persen pesanan berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, Bandung hingga Makassar, sementara 40 persen sisanya merupakan pelanggan lokal.
“Kebanyakan malah dari luar kota. Mereka biasanya sudah pesan jauh-jauh hari,” jelasnya.
Menurut Bunda Rayya, tren peningkatan pesanan biasanya mulai terasa sejak awal Ramadan dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-10 menjelang Lebaran, saat masyarakat mulai berburu hampers dan sajian khas hari raya.
Di tengah tingginya permintaan, tantangan justru datang dari kenaikan harga bahan baku. Ia mengaku harga santan, telur, dan sejumlah kebutuhan produksi lainnya mengalami lonjakan signifikan tahun ini. Namun demi menjaga kepercayaan pelanggan, ia memilih tetap mempertahankan harga lama.
“Tahun ini bahan baku semuanya naik. Tapi kami tetap bertahan dengan harga sekarang supaya pelanggan tetap nyaman. Walaupun untungnya tidak besar, yang penting usaha tetap berjalan,” tutupnya.
Dengan perpaduan rasa yang konsisten, konsep hampers yang menarik, serta strategi menjaga loyalitas pelanggan, produk kue Bunda Rayya kembali menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.(yns)













