Camat Gandus Jalan Kaki Telusuri Sudut Wilayah, Mendengar dan Melihat Kondisi Warga

Camat Gandus Jufriansyah, SSTP, M.Si (baju putih) melihat kondisi jalan yang butuh perbaikan (foto : yns)

GoSumsel – Pemerintah Kecamatan Gandus Kota Palembang, terus berupaya penuh mewujudkan arahan dari Wali Kota, untuk mewujudkan Palembang Berdaya dan Sejahtera, Hal tersebut ditegaskan Camat Gandus Jufriansyah, SSTP, M.Si, disela kegiatan memimpin langsung kegiatan Anti MAGER (Malas Gerak) dengan melakukan peninjauan lapangan secara langsung di wilayah Kelurahan Gandus dan Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan berjalan kaki menyusuri sudut-sudut wilayah ini dimulai pukul 06.30 WIB diikuti oleh Sekretaris Camat Gandus, Lurah Gandus, Lurah Pulokerto, Sekretaris Lurah (Seklur), serta jajaran staf pegawai Kecamatan dan Kelurahan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus upaya nyata melihat langsung kondisi infrastruktur dan lingkungan.

Camat Gandus Jufriansyah mengatakan bahwa kegiatan Anti MAGER bukan sekadar simbolik, melainkan langkah konkret pemerintah kecamatan dalam menindaklanjuti persoalan yang ada di lapangan.

“Melalui kegiatan Anti MAGER ini, kami turun langsung ke lapangan, berjalan kaki, melihat dan mendengar kondisi sebenarnya yang dirasakan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami menjalankan arahan Bapak Wali Kota Palembang untuk membangun kota yang berdaya dan sejahtera,” ujar Jufriansyah, kepada wartawan Jumat (2/1/2026).

Dalam peninjauan di wilayah Kelurahan Gandus, Jufri mengatakan bahwa menemukan sejumlah permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kita temukan Jembatan kayu rusak jembatan kayu dalam kondisi rusak dan membahayakan pengguna, berlokasi di Jalan Lingkungan RT 17 RW 05 Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Ada juga pendangkalan anak Sungai Gandus di lokasi perbatasan RT 17 dan Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus. Pendangkalan ini berpotensi menyebabkan aliran air tidak lancar dan meningkatkan risiko banjir,”ungkapnya.

Lanjut Jufri, ada juga air menggenangi badan jalan di kawasan Jalan Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus, yang diduga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Kemudian di Perumahan PNS Pemkot Kelurahan Gandus, yang menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air.

Menanggapi temuan tersebut, Camat Gandus menegaskan bahwa seluruh hasil pemantauan akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Semua temuan ini akan kami laporkan dan tindak lanjuti, baik melalui OPD teknis maupun usulan dalam perencanaan pembangunan. Yang ringan akan segera ditangani melalui gotong royong,” tegasnya.

Kegiatan Anti MAGER kemudian dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus. Di lokasi ini, rombongan juga menemukan beberapa permasalahan lingkungan.

“Terdapat genangan air yang disebabkan oleh kondisi jalan berlubang di Jalan Sosial RT 013 RW 002 Kelurahan Pulokerto, yang mengganggu aktivitas dan keselamatan warga dan drainase tidak mengalir di Jalan Sosial RT 013 RW 002 Kelurahan Pulokerto, sehingga air hujan tidak dapat terbuang dengan baik,”jelasnya.

Kegiatan Anti MAGER ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran Kecamatan Gandus berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui rapat di kantor, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan.

“Dengan berjalan kaki menyusuri wilayah, kami bisa melihat secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat. Ini adalah bagian dari pelayanan publik yang responsif dan berkelanjutan,” tutup Jufriansyah.(yns)