GoSumsel – Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel, berhasil dua dari lima pelaku spesialis pembobolan uang di rekening milik nasabah Bank Sumsel Babel pada Agustus 2019.
Mujianto (34) warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-Muko Bengkulu dan Aziz Kunadi (36) warga Desa Penanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Keduanya diringkus dikediamannya masing-masing Minggu (19/7).
Komplotan ini tidak hanya membobol uang milik nasabah Bank Sumsel Babel saja, melainkan milik nasabah di dua bank daerah lainnya yang ada di Indonesia, diantaranya Bank BPD Lampung dengan kerugian 70 juta, dan Bank BPD Sultra dengan kerugian 120 juta.
“Untuk di Bank Sumsel Babel korban atas Hendra Martha mengalami kerugian 116,5 juta,”jelas Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi SIK MH melalui Kanit II Kompol Baktiar, kepada wartawan saat pres rilis tersangka dan barang bukti Senin (20/7).
Adapun modus para pelaku membobol uang nasabah yakni dengan mengambil struk bekas penarikan uang yang diambil korban (nasabah) dari ATM.
“Berbekal struk bekas penarikan uang itu tertera dari saldo yang tersisa milik nasabah dari sinilah pelaku sudah mengatetahui target mana yang akan dikerjakan,”jelasnya.
Dari sinilah kata Baktiar, otak pelaku Hotman mendapatkan data nasabah yang akan di bobol uangnya didalam rekening bank Sumsel Babel. Setelah itu, Hotman membuka rekening di bank Sumsel Babel.
“Setelah itu tersangka Hotman menyuruh Mujianto membuka rekening. Didalam rekening Mujianto inilah seluruh uang hasil membobol rekening para korban ditampung,”tambahnya.
“Para pelaku sengaja mengincar tabungan milik nasabah yang menyimpan uangnya di Bank daerah karena mudah di bobol,”sambungnya.
Di Bank Sumsel Babel pelaku berhasil menggasak uang korban sebesar 116,5 juta, sedangkan di Bank BPD Lampung uang korban digasak sebesar 70 juta dan di Bank BPD Sultra uang korban diambil pelaku sebesar 120 juta.
“Menurut pelaku bank daerah muda di bobol karena keamanannya kurang. Selain bank Sumsel Babel, komplotan yang berjumlah lima orang juga membobol uang di Bank BPD Lampung dan Bank BPD Sultra. Dalam kasus ini tiga pelaku atas nama Hotman, Rohman dan Irvan masih dalam pengejaran,”jelasnya.
Sementara itu, dihadapan polisi tersangka Mujianto mengaku perannya hanya disuruh Hotman untuk membuat tabungan yang digunakan untuk menampung uang hasil bobol rekening para korban.
“Saya menggunakan identitas E-KTP palsu dan tabungan bank, yang dicocokan dengan struk nasabah usai transaksi,” ungkap Mujianto.
Dari hasil bobol tabungan nasabah, kata Mujianto mereka mendapatkan uang Rp 120 juta, kedua dapat uang Rp 20 juta di Bank daerah Kendari Sultra, dan bank di daerah Sumsel Rp 35 juta.
“Uangnya habis untuk operasional mulai dari ongkos pesawat, hotel dan Lain-lain,”ujarnya.
Menurutnya mereka sengaja menyasar uang nasabah bank daerah karena mudah di bobol hanya dengan modal struk dari ATM bekas penarikan uang nasabah.
“Dari struk inilah data nasabah didapatkan dengan memalsukan E-KTP yang dibuat Aziz. SOP bank daerah begitu cukup satu E-KTP bisa buat tabungan. Hotman lah yang mengarahkan kita semua,”terangnya.
“Adapun barang bukti yang kita amankan, 3 buah buku tabungan Bank Mandiri, 2 buah buku tabungan Bank BRI dan Bank Aceh tabungan Firdaus. Hardisk, printer, tablet, dan laptop serta 3 buah ponsel Android,”tandasnya.(gS3)












