Himbau Warga Tak Perlu Panik, Stok Beras di Palembang Dipastikan Aman

Perumda Pasar Palembang Jaya, Dedi Siswoyo mengecek beras di pasar tradisional (foto : yns)

GoSumsel – Ketersediaan beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang dipastikan masih dalam kondisi aman. Masyarakat pun diminta tidak panik menyusul adanya kelangkaan beras kemasan premium ukuran 5 kilogram (kg) pada beberapa merek di pasaran.

Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya, Dedi Siswoyo, mengatakan pasokan beras di Sumatera Selatan secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar di Kota Palembang.

“Kami memastikan stok beras di pasar-pasar Palembang masih aman. Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir terhadap ketersediaan beras,” ujar Dedi kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Dedi menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung kondisi perdagangan di Pasar Yada Merah Mata Palembang pada Jumat pagi. Berdasarkan hasil pemantauan, beras SPHP kemasan 5 kg masih tersedia dan dapat dibeli masyarakat.

Selain mengecek ketersediaan, pihaknya juga memantau harga beras SPHP di tingkat pedagang. Dari hasil pengecekan, harga beras SPHP ukuran 5 kg disebut masih berada pada kisaran sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan belum mengalami kenaikan yang signifikan.

“Untuk beras SPHP ukuran 5 kilogram, stoknya aman. Kami melihat langsung di lapangan dan harganya tidak melambung, masih sesuai HET,” katanya.

Menurut Dedi, kondisi yang terjadi saat ini lebih berkaitan dengan terbatasnya ketersediaan beras kemasan 5 kg dari merek-merek tertentu. Kondisi tersebut, kata dia, tidak dapat diartikan sebagai kelangkaan beras secara keseluruhan.

“Memang ada kelangkaan untuk merek-merek tertentu yang biasanya memproduksi beras dalam kemasan 5 kilogram. Tetapi bukan berarti berasnya tidak ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah pedagang masih menyediakan beras dari merek lain. Hanya saja, sebagian pedagang menjualnya secara eceran berdasarkan berat per kilogram sehingga konsumen tetap dapat membeli sesuai kebutuhan.

“Pedagang tetap menjual beras dari merek lain, hanya saja dijual per kilogram. Jadi masyarakat masih bisa mendapatkan beras sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Perumda Pasar Palembang Jaya, lanjut Dedi, akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan perkembangan harga beras di sejumlah pasar. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya gejolak harga di tingkat konsumen.

Pemantauan juga akan ditingkatkan apabila terjadi perubahan pola pasokan ataupun peningkatan permintaan. Jika ditemukan persoalan terkait distribusi, stok, maupun kenaikan harga yang tidak wajar, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami akan terus melakukan monitoring di pasar. Kalau ada persoalan terkait stok maupun harga, tentu akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkap Dedi.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran stok beras akan habis. Pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan justru berpotensi meningkatkan permintaan dalam waktu singkat.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Jangan membeli secara berlebihan karena stok beras di Sumsel dipastikan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(yns)