GoSumsel – Memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana meraup cuan (uang,red), itulah yang dilakukan
Sausan Zulfa Lubai mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Binas Sriwijaya (ITB Binas) semester 7, dalam melakukan penjualan minuman kemasan hasil buatannya sendiri.
Dengan bahan susu, ditambah toping cincau, Boba, dirinya meracik menjadi minuman, yang dikemas pakai botol plastik.
Memanfaatkan media sosial, tiktok, dan instagram Sausan, menjual minuman yang telah diolahnya dengan modal
sekitar Rp 3.500,- dijual kembali dengan keuntungan satu botol Rp 1.500,-
“Sehari bisa habis 500 sampai 1.000 botol, ya saya berjualan pakai tiktok dan instagram,”jelasnya disela kegiatan bazar yang digelar tempat ia menempuh pendidikan strata satu, Sabtu (19/10/2024)
Dengan keuntungan tersebut dirinya, sedikit banyak sudah tidak lagi bergantung pada uang pemberian orang tuanya.
Beda halnya dengan Rian Jazuli mahasiswa ITB Bina Sriwijaya semester 5, dirinya menjual pempek dikarenakan meneruskan usaha orang tuanya.
Kalau untuk pengenal produk pempeknya, dirinya memanfaatkan sarana event event bazar.
“Kalau medsos kita juga main, tapi kita lebih condong ikut event bazar, dan promosi dari teman ke teman,”ucapnya.
Rektor ITB Bina Sriwijaya Dr M Thoyib, M.Si., menerangkan bila kegiatan bazar yang dilakukan hari ini kampus, dalam rangka meningkatkan kewirausahaan muda yang kreatif, inovatif dalam mewujudkan merdeka belajar – Kampus Merdeka.
“Kita ingin membentuk karakter kaum milenial yang bertaqwa, Mandiri berjiwa entrepreneur, Kreatif dan Inovatif menyongsong era Society 5.0,”ucapnya.
Dirinya bersyukur kegiatan yang telah dilakukan sejak dahulu, telah menumbuhkan enterpreneur muda.
“Alhamdulillah alumni kita sudah banyak yang menjadi wirausahawan, seperti Abdul Aziz pemilik Baksos Granat, dan kita ingin alumni bukan hanya untuk mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan pekerjaan,” tandasnya.(gS2)












